Hello, welcome to my world. The world full of love. Sometimes i'm not sure axactly what i'll be writing about on this blog but this blog is about share, this is my playground where i can share everything that i have with you.

I am Ronald Selatan (rselatan) living and enjoing Bali so much, I'm a fulltime lover. People says if you want to know my self, just read up this blog. This is a site of LOVE.

HOME | DE SOUTH | MARKETPLACE | CONTACT
_________________________________________________________________

Wednesday, November 08, 2006

MAWAR, TERATAI DAN PERMATA

Alkisah di suatu negeri antah berantah ada seorang anak bertanya pada ibunya tentang arti cinta............
sang ibu yg kebetulan adalah seorang janda yg baru saja dicerai oleh suaminya karena suaminya mempunyai seorang kekasih gelap dan seorang istri muda.

sang ibu menjawab :" cinta adalah sebuah kekuatan untuk menyayangi walaupun hatimu telah sakit."
sang anak bertanya lagi : " ibu walau sudah disakiti ayah apakah masih mencintai ayah?"
sang ibu menjawab : "yah,,, walaupun telah disakiti oleh ayah mu hati kecil ibu masih berkata bahwa ibu masih mencintainya."
anak :" wahh kalau cinta memang harus terasa sakit saya seumur hidup tidak akan pernah mencintai seseorang."
ibu:" tidak semua cinta harus merasakan sakit, dan tidak semua sakit karena cinta."
lalu sang ibu menceritakan cerita tentang mawar, dan teratai untuk menggambarkan bahwa walau sakit dan pedih mawar dan teratai tetap bisa menebarkan senyumnya dan cintanya untuk semua orang. MAWAR tetap segar dan memancarkan keindahan cinta pada setiap orang walaupun disekitarnya tumbuh duri duri.... dan bagi MAWAR kotoran yg ada di tanahnya tetap dan makin membuat indah senyumnyaaa.....TERATAI makin mengembang jika air di bawahnya semakin kotor.......
mendengar penjelasan sang ibu sang anak hanya berdecak kagum dan berkata :" wahh andaikan di dunia ini semua orang bisa meniru kadar cinta dan kasih mawar dan teratai pasti di muka bumi ini akan tenteram dan damai tidak akan ada dendam."
lalu sang anak bertanya lagi pada ibunya " lalu dimanakah saya mencari cinta yg murni yg tidak harus mendapatkan sakitnya."
sang ibu menjawab:" sesungguhnya untuk mencari cinta sejatimu sangat sulit karena biasanya cinta sejatimu tersembunyi seperti permata yang indah di dasar lautan dan memang harus dicari.... jika engkau sabar dan tidak menyerah maka kau akan mendapatkannya. Setelah mendapatkannya engkaupun harus mengolah cintamu itu agar lebih berkilau."
sang anak :" mengolah ?"
ibu :" ya mengolah seperti permata yg diolah untuk dijadikan perhiasan. tetapi cintamu itu diolah dengan saling pengertian, kejujuran dan keterbukaan." Dengan beralaskan kasih sayang.

Read More...

HATI SEORANG WANITA

Hati seorang wanita dan cerita keagungan cinta Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati dengan senyuman ....itulah WANITA
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari pria...
Tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya.
Karena ia ada untuk dilindungi, bukan hanya secara fisik....
Tetapi juga emosi.
Ia butuh perhatian....kata-kata lembut.....ungkapan sayang
Yang membuat dia aman disisinya.

Karena : Bila laki-laki berpikir tentang perasaan wanita....
itu sepersekian dari hidupnya.
Tetapi jika wanita berpikir tentang perasaan laki-laki ...
ITU ...MENYITA SELURUH HIDUPNYA.

Read More...

Tuesday, July 25, 2006

Superman dan Kisah Yesus

Senyuman yang bersahabat dari sang pria bertubuh baja adalah hal terakhir yang dilihat penonton di akhir film “Superman: The Movie” yang diperankan oleh Christopher Reeve pada tahun 1978. Setelah semua prestasi dengan kekuatannya yang mengagumkan untuk menyelamatkan dunia dari malapetaka yang akan datang, Superman berhenti sejenak saat dia sedang terbang di atas bumi untuk meyakinkan kita bahwa semua berada di bawah kendalinya.
Ketertarikan pengarang Stephen Skelton dalam kisah kepahlawanan ini dimulai saat dia menonton film ini di masa kecilnya. Film itu meninggalkan kesan yang abadi sampai-sampai dia menulis buku “The Gospel According to the World’s Greatest Superhero” untuk menunjukkan kemiripan petualangan Superman dengan kisah Alkitab. “Kisah Superman dimulai seperti ini... Dari atas, Bapa di Surga mengirimkan Anak satu-satuNya utuk menyelamatkan bumi. Saat Dia turun ke bumi, dia akan dibesarkan oleh dua orang tua yang bernama Maria (Mary) dan Yusuf (Joseph), sekarang kisah Superman inilah yang kita bicarakan,” kata Skelton. “Ketika usianya 30 tahun, Superman memulai misi publiknya, ini adalah usia yang sama seperti Yesus,” jelasnya. “Dan dalam proses menjalankan misinya itu, Superman akan berjuang untuk kebenaran dan keadilan, dua hal alkitabiah yang sangat mendasar bagi suatu misi.”

Superman hidup kembali setelah dibunuh dalam buku komik terakhir yang diterbitkan pada tahun 1992 berjudul “The Death of Superman”. Kemudian Superman kembali ke bumi, disinilah saat dimana inti cerita dari “Superman Returns” berasal. “Dengan rincian hal-hal dari cerita ini, saya tahu tidak ada kisah lain yang begitu mirip selain kisah Yesus,” kata Skelton.

Cerita komik asli Superman diciptakan oleh Jerry Siegel dan Joel Shuster di tahun 1930an, awalnya tidak dimaksudkan untuk dibuat mirip dengan kisah Alkitab. Kedua remaja Yahudi ini tersandung begitu saja dalam plot dimana mereka menciptakan kisah petualangan Superman. Mereka menggambar dari pahlawan-pahlawan Alkitab, seperti Samson, yang adalah orang terkuat di Alkitab, dan Musa, yang menolong pembebasan bangsa Israel dari perbudakan. Kisah yang tidak asing lagi tersebut menjadi satu kisah yang mereka gunakan karena nampaknya itu adalah cara yang paling masuk akal untuk membentuk kisah dari seorang pahlawan yang hebat. Superman juga diciptakan dari kisah kehilangan dari ayah Jerry, yang ditembak mati oleh seorang perampok, dan pada waktu Amerika sedang berperang dengan depresi luar biasa dan dunia sedang bertempur dalam perang dunia II. “Mereka mencari figur seorang penyelamat yang bisa mereka impikan, seseorang yang bisa memberikan harapan dan menginspirasi mereka,” kata Skelton.

Sutradara X-Men Bryan Singer membawa kisah Superman yang terbaru ke layar lebar dengan judulnya “Superman Returns”. Meskipun korelasinya dengan kisah Yesus lebih mudah untuk dituliskan, buku-buku komik dan para penulis acara televisi tetap menjaga ikatannya yang kuat dengan Alkitab. Singer, yang bukan seorang Kristen, juga mengatakan agar jangan memisahkan antara penjelasan korelasi dengan ceritanya dalam “Superman Returns”. Saat ditanyai apa inti dari “Superman Returns”, Singer mengatakan, “Superman Returns adalah tentang apa yang terjadi saat mesias datang kembali.”

Di samping kemiripan dalam jalan cerita, simbolisme yang kuat dalam petualangan Superman menunjuk secara langsung kepada Tuhan. Buku Skelton mendiskusikan secara khusus makna yang ditemukan di balik kostum Superman. Salah satu simbol yang menarik bagi Skelton adalah perisai segitiga yang melekat dengan huruf “S” di dadanya. Secara sejarah, segitiga itu adalah simbol dari Trinitas: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Segitiga yang digunakan dalam kostum Superman menggambarkan hubungan Tuhan dengan manusia dan karunia tunggalNya pada manusia.

Pahlawan-pahlawan yang lain telah datang dan pergi selama bertahun-tahun – Batman, Spiderman, dan Wonder Woman. Tapi mengapa Superman dapat bertahan tetap di ketinggian yang sama di seluruh dunia selama lebih dari 70 tahun sementara yang lainnya tidak? Menurut Skelton, Superman membangkitkan minat orang-orang hanya karena kemiripannya dengan Kristus. “Bahkan saat terpisah dari kekuatan supernya, karakter Superman sangat mencerminkan karakter Kristus,” kata Skelton. “Superman sebenarnya mengilustrasikan perasaan bahagia yang sama dengan yang Kristus rasakan...”. Setelah menyaksikan “Superman Returns”, Skelton berbicara dengan seorang teman non Kristen tentang film tersebut. Dia mengatakan, ”Saya tidak bisa berhenti memikirkannya. Apakah kau tahu kalau film itu lebih berbicara tentang Yesus kepada saya dibandingkan dengan “The Passion of the Christ”?”. Skelton menjelaskan, “Alasan itu karena “The Passion of the Christ” merupakan sebuah presentasi yang langsung dan orisinil. Jelas-jelas itu tentang Yesus Kristus, dan hal ini mudah sekali dilewatkan oleh seorang yang tidak percaya.”

Apa yang Skelton lihat dalam percakapan itu adalah kekuatan dari sebuah cerita fiksi yang menyatakan pesan Injil kepada penontonnya. “Film itu berbicara ke hatinya sebelum dia menyadari apa yang dikatakan film itu,” kata Skelton. “Film itu berbicara kepadanya tentang seorang penyelamat sejati sebelum dia dapat menolak atau menyangkal bahwa dia memang membutuhkan seorang penyelamat sejati.” Film ini memberikan kesempatan pada orang-orang percaya untuk membagikan apa yang Yesus Kristus lakukan di bumi ini untuk kita. Dengan kembalinya Superman ke dunia dalam “Superman Returns”, penonton dapat membayangkan seperti apa jadinya saat Pahlawan kita, “Super Man” yang sesungguhnya, Yesus, kembali ke dunia.

“Apa yang diingatkan oleh Superman kepada kita semua adalah bahwa Kristus adalah Juru Selamat yang universal, penyelamat yang datang bukan hanya untuk menyelamatkan satu orang atau menyelamatkan satu kota penuh penduduk, tapi sebenarnya datang untuk menyelamatkan siapapun yang hidup yang datang kepadaNya.

Read More...

Ayam dan Bebek



Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mereka mendengar suara di kejauhan: "Kuek! Kuek!"
"Dengar," kata si istri, "Itu pasti suara ayam."
"Bukan, bukan. Itu suara bebek," kata si suami.
"Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras.
"Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk!', bebek itu 'kuek! kuek!' Itu bebek, Sayang," kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan.
"Kuek! Kuek!" terdengar lagi.
"Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami.
"Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki.
"Dengar ya! Itu a. da. lah. be. bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar.
"Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras.
"Itu jelas-jelas bue. bek, kamu. kamu.."
Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya.
Si istri sudah hampir menangis, "Tapi itu ayam.."
Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa dia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok."
"Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya.
"Kuek! Ku ek!" terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta.
Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah: siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek"?
Ketika kita memahami cerita tersebut, kita akan ingat apa yang menjadi prioritas kita. Banyak hal jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek! hehehe.....

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya

GOD BLESS U

Read More...

AMAZING GRACE! (how sweet the sound)


AMAZING GRACE! (how sweet the sound)
John Newton (1725 – 1807)


Hampir setiap orang Kristen pernah mendengar atau bahkan menyanyikan lagu ini. Namun, pujian yang begitu indah tercipta dengan dilatarbelakangi oleh pergumulan berat pengarangnya. Berikut adalah kisah dibalik lagu Amazing Grace:

AMAZING GRACE
Amazing grace! How sweet the sound.
That saved a wretch like me!
I once was lost, but now am found.
Was blind but now I see.
‘Twas grace that taught mu heart to fear,
And grace my fears relieved;
How precious did that grace appear
The hour I first believed!
Through many dangers, toils and snares
I have already come;
‘Tis grace has brought me safe thus far,
and grace will lead me home.
The Lord has promised good to me,
His word my hope secures;
He will my shield and portion be
As long as life endures.

Yes, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease,
I shall possess within the veil,
A life of joy and peace.

When I’ve been there ten thousand years,
Bright shining as the sun,
I’ve no less days to sing God’s praise,
Than when I first begun.

From: Book I
Entitled: Faith’s review and expectation, 1 Chronicles 17 : 16, 17
Newton mengutip doa Daud didalam 1 Tawarikh 17:16 and membuat doanya sendiri. Hymne ini mungkin bukan bersifat autobiografi sebagaimana hymne berjudul “In evil long I took delight”, namun lagu ini secara singkat dan menggambarkan awal kehidupan Newton yang baru.
Newton tahu apa yang dimaksud menjadi orang yang “hidupnya kacau dan tidak bahagia (wretch)”, siapa yang “terhilang (lost)” dan “buta (blind)”. Newton diajak melaut oleh ayahnya pada usia sebelas tahun, bergabung dengan angkatan laut kerajaan Inggris pada usia 19 tahun, pernah dihukum cambuk karena desersi, kemudian bergabung sebagai pedagang budak belian dan akhirnya menjadi kapten kapal kargo yang mengangkut orang-orang kulit hitam untuk dijadikan budak dengan rute perjalanan dari Afrika menuju Hindia Barat. Suatu tindakan yang amat sangat tidak bermoral dan terburuk dalam sejarah kehidupan umat manusia.
Tetapi Newton juga memahami “pada saat pertama kali aku percaya (the hour I first believed)”. Setelah membaca tulisan karangan Thomas A. Kempis berjudul “The Imitation of Christ” Newton memutuskan untuk menjadi seorang pemikir yang tidak terikat oleh siapa pun (a Free-thinker). Akan tetapi kejadian di malam berikutnya secara dramatis telah mengubah keputusan yang telah dibuatnya tersebut. Malam tersebut adalah malam yang telah membawa perubahan dalam kehidupannya. Pada tanggal 10 Maret 1748 pada saat berada di tengah lautan, kapal yang ditumpangi Newton terjebak dalam badai hebat, dan para awak kapal “Greyhound” yakin bahwa kapal mereka akan segera tenggelam dalam waktu tidak lama lagi. Newton menulis apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu:
“Kira-kira pukul sembilan malam, dalam kondisi kedinginan dan ketakutan, aku mencoba berbicara kepada kapten kapal dan dia sedang sibuk sekali pada waktu itu; setelah selesai berbicara dengannya, kemudian tanpa kusadari artinya aku berkata tanpa “Jika kita tidak tenggelam itu berarti Tuhan mengasihi kita (If this will not do, the Lord have mercy on us)”. Kata-kata yang kuucapkan itu akhirnya membuat diriku sadar bahwa anugerah Tuhan inilah yang kucari selama bertahun-tahun.
Doa yang dipanjatkan oleh John Newton, yang mana akhirnya disadari sendiri oleh Newton, yang menjadi titik balik dalam hidup Newton. Yang terhilang akhirnya ditemukan, yang buta akhirnya melihat, seorang pendosa menjadi orang yang suci hidupnya. Sebagaimana Daud sang pemazmur berkata dalam doanya “Kau (Tuhan) berpaling kepadaku walaupun aku ini orang yang paling terbuang, ya Tuhan.” Pada saat berada dekat perapian waktu sedang belajar di biara Olney Newton menuliskan kata-kata berikut ini:
“Oleh karena engkau berharga dimata-Ku dan mulia – Yesaya 43 : 4”
Tetapi
“Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau ditebus Tuhan – Ulangan 15 : 15”
Tulisan-tulisan tersebut masih tetap ada hingga sekarang ini. Berdasarkan kedua ayat tersebut Newton lalu menulis :
John Newton, penulis,
Seorang yang pernah tidak percaya kepada Tuhan
Seorang pedagang budak di Afrika,
Oleh kekayaan kasih karunia Tuhan dan Penyelamat yaitu Yesus Kristus, dilindungi, dipulihkan, diampuni dan ditugaskan untuk memberitakan iman. Sekarang telah enam belas tahun berada di Olney, Bucks.
Dr. Julian berkata bahwa hymne ini tidak begitu dikenal di Inggris Raya sebagai suatu karya modern, namun di Amerika hymne ini diperdengarkan secara luas. Kurang begitu dihargai sebagai karya Newton”
Orang-orang Amerika menambahkan dua hal pada hymne ini: judul “Amazing Grace” yang mana pertama kali dikenal sebagai nada yang sering dinyanyikan di perkebunan dengan judul “Loving Lambs”; dan versi terakhir terakhir lagu ini yang ditulis oleh John P. Rees. Sementara versi asli Newton sendiri dihilangkan dalam rekaman lagu “Amazing Grace”.
“Amazing Grace” menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir dan lagu ini akhirnya dimunculkan pula dalam buku Hymne Inggris.

Read More...

7 Tips for Effective Musical Practice



The quality of your practice is much more important than the quantity. The old saying "practice makes perfect" is only true if the practice itself is perfect. Here are 7 tips to help make your practice more effective and efficient.
Practice motions slowly
The muscular memory of our bodies allows us to physically carry out patterns of motion with little or no conscious involvement. Examples of muscular memory include walking, riding a bicycle, typing, and of course playing a musical instrument.
In order to develop this memory, the muscles require training in the form of repeated conscious guidance from the mind. First the mind must learn the pattern. Then the mind must "teach" the pattern to the muscles.
The mind initially must control all the motions of the muscles. The more controlled and precise the motions, the more quickly the muscles will develop muscle memory.
Slow practice also allows the mind to teach "antagonistic muscles" to relax. Antagonistic muscles are those that move in opposite directions. By relaxing antagonistic muscles you can reduce tension and facilitate faster and easier performance and avoid potential injury.
Practice in small cells
A "practice cell" is simply a finite series of motions. Musical cells can correspond to anything from a few notes to an entire work. When practicing, it is important to practice small cells of just a few notes. Practicing small cells limits the amount of information the muscles have to learn at one time. It also facilitates the mind's focus and concentration.
Link the end of one cell to the beginning of the next
To help the muscles develop a sense of continuum throughout the piece of music, the last motion in a cell should be the first motion of the following cell.
Practice each cell in bursts
Once the muscles have learned a pattern, they will be capable of executing it without conscious control. Initiate the pattern through a conscious command and allow the muscles to execute it in a burst.
Don't practice mistakes
For every repetition required to learn a pattern of motion, it takes 7 times the number of repetitions to change the pattern. If in the course of your practice you make an error, stop. Review in your mind the pattern. And further reduce the speed of your motions.

Read More...