Hello, welcome to my world. The world full of love. Sometimes i'm not sure axactly what i'll be writing about on this blog but this blog is about share, this is my playground where i can share everything that i have with you.

I am Ronald Selatan (rselatan) living and enjoing Bali so much, I'm a fulltime lover. People says if you want to know my self, just read up this blog. This is a site of LOVE.

HOME | DE SOUTH | MARKETPLACE | CONTACT
_________________________________________________________________

Showing posts with label Relationship. Show all posts
Showing posts with label Relationship. Show all posts

Monday, October 27, 2008

Kecewa

Beberapa hari ini saya hampir merasakan, merasakan dan bahkan sedang merasakan suatu perasaan yang saya sebut (sepertinya) rasa kecewa atau kesal. Bagi beberapa dari kita, perasaan ini memang sudah pernah atau sering kita alami. Banyak hal yang mengakibatkan perasaan ini muncul, bagi saya masalah hubungan antar manusia menjadi masalah yang paling penting tidak seperti masalah yang lainnya yang menjadi akar dari perasaan kecewa. Nah apabila sudah terkena ‘penyakit’ kecewa, ini terkadang berbuntut kepada perasaan sakit hati, disini bahayanya.

Perasaan kecewa atau kesal mungkin bisa dikategorikan normal jika kita sedang mengalami masalah ataupun merasa disakiti atau duhianati oleh seseorang (halah lebay deh kayaknya), intinya kita mengalami perasaan ini jika kita merasa harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Sebagai manusia sangat ‘tidak normal’ jika kita tidak pernah merasa kecewa sekalipun! Tapi bagaimanapun, jangan biarkan perasaan kecewa menguasai diri kita hingga mendorong kita bertindak di luar batas dan bahkan sampai mengalami tekanan dan hal hal buruk lainnya.

Secara pribadi saya selalu mencoba belajar untuk mengobati perasaan kecewa itu dengan berbagai hal. Tidak seharusnya rasa kecewa itu membelenggu kehidupan kita terus menerus, jika kita terus bersemangat pasti selalu ada harapan.

Hal-hal yang saya lakukan untuk membuang rasa kecewa :

• TERIMA KENYATAAN
Manusia hanya bisa berencana tapi anggaran yang menentukan, eh salah ya, Tuhan yang menentukan. Terkadang apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Jadi yang saya lakukan adalah menerima/berserah kepada Tuhan terhadap apa yang sedang terjadi, sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera.

• BERPIKIR
Saya selalu berpikir apa yang saya lakukan, apa yang orang lain lakukan, apa yang Tuhan lakukan dan mengapa ini membuat saya kecawa. Terkadang perasaan kecawa hanya bisa diatasi dengan membiarkannya berlalu.

• BERPIKIR POSITIF
Memang terkadang sangat sulit untuk berpikir positif apabila berhadapan dengan situasi yang sepertinya berpihak kepada kita. Hal hal yang nyata, “barang bukti” semuanya mendukung kita sebagai pihak yang benar dan yang dirugikan. Saya belajar untuk tidak terlalu mengikut perasaan, sebaliknya belajar melihat hal-hal positif yang bisa diambil dari setiap apa yang terjadi.

• SEMANGAT
Ini adalah kunci dari semuanya, terkadang ketika kita menjadi patah semangat dan berpikir bahwa semuanya sudah tamat, berakhir dan tidak lagi ada harapan. Kita dibelenggu dengan perasaan kecewa yang berkepanjangan, bahkan orang yang kita percayai menjadi tidak bisa diandalkan lagi, terkadang perasaan benci datang, dan kita menjadi putus asa dst. Tapi jika kita tetap semangat maka kita akan melihat segala sesuatu menjadi penuh harapan. Terkadang kita melihat hari menjadi gelap gulita dan berpikir tidak ada lagi matahari seperti dulu lagi, tapi kenyataannya matahari tetap bersinar walaupun awan menutupinya.

Sbab Tuhan menjadikan segala sesuatu menjadi indah pada waktuNya. Tetap Semangat!!!

Read More...

Saturday, October 04, 2008

Allah Itu Setia

Hari-hari ini saya diingatkan kembali tentang satu kata “kesetiaan”, setelah beberapa saat merenungkan dan ternyata bahwa sesungguhnya (idih kayak uud 45 aje) didunia ini tidak ada yang setia, jika diantara kalian memiliki seorang yang setidaknya sampai saat ini kedapatan masih setia, tidak hanya saat bahagia tetapi juga pada saat kita sedang ngalami masalah… maka saya hanya mau bilang… BERSYUKURLAH!

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan AnakNya, Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (1 Kor 1:9)

Ayat ini adalah hiburan sekaligus penguatan bagi saya. Allah itu setia. Artinya: Allah kita sungguh dapat dipercaya (tidak seperti manusia). Dia benar-benar dapat dipercaya dalam segala hal, di semua waktu dan kondisi kehidupan. Kata-kataNya dan janjiNya dapat kita pegang, sebab Dia tidak pernah satu kali pun menipu kita. Kehadiran dan penyertaanNya di dalam hidup kita abadi. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tanganNya yang penuh kasih dan rahmat itu benar-benar sanggup melindungi kita.

Kesetiaan Allah yang tiada tara itulah yang menjadi dasar kekuatan kita menghadapi dan merespon berbagai masalah yang ada termasuk masalah ekonomi, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, rumah tangga, atau pribadi kita sesuai dengan iman kita. Kesetiaan Allah itu juga yang membuat kita tetap mampu, berani dan gembira menjalani hari-hari kita. Ya, membuat kita tetap dapat berpikir tenang dan berhati jernih. Satu lagi: mendorong kita selalu memiliki pengharapan.

Allah itu setia. Sebab itu jangan lari dari masalah dan jangan putus asa. Tetaplah tegak. Sambil bekerja dan berusaha membuat keadaan pribadi, rumah tangga, gereja dan masyarakat kita terus menjadi lebih baik.

Didunia ini tidak ada yang setia, tapi Allah itu setia.
Tetap semangaaaaaaat!!! GBU

Read More...

Wednesday, October 01, 2008

Perfeksionis Vs Easy Going

Kamu ngerasa kegiatan yang dilakukan secara spontan bisa membuat hidup kamu lebih ‘hidup'. Sementara ada orang disekitar kamu malah merasa hidupnya bakalan kacau balau bila melakukan kegiatan tanpa rencana. "Bagaimana bisa hidup tanpa perencanaan yang jelas," begitu selalu prinsipnya, sedangkan kamu lebih easy going. Lalu, di mana titik temunya?



Sifat Dasar Yang Bertolak Belakang

Setiap orang, menurut teori psikologi, mempunyai sifat dasar yang terangkum dalam DISC (dominant, influencing, steady, compliant). "Hanya, masing-masing pribadi memiliki satu sifat dasar yang lebih dominan dibandingkan sifat lainnya," Jika ada orang yang perfeksionis, berarti sifat dasarnya adalah compliant. Sedangkan bagi kamu yang lebih santai, memiliki sifat dasar influencing.

Ciri-ciri orang bersifat compliant, antara lain perfeksionis, penuh rencana dan selalu ingin akurat. Kebalikannya, orang yang memiliki sifat influencing lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan, optimistis dan senang bergaul. Hanya saja sisi negatifnya, ia cenderung berantakan, tidak perhatian terhadap hal mendetail, bahkan sering lupa.

Nah, akibat dari sifat dasar yang bertolak belakang itu, tidak heran jika orang perfeksionis jadi sering marah, menggerutu atau mengomel, karena orang yang bertipe influencing dianggapnya kurang disiplin, kurang rapi dan tidak memiliki perencanaan hidup atupun kreatif yang berlebihan. Sebaliknya, orang yang easy going menganggap mereka (orang perfeksionis) terlalu menuntut dan sulit menerima apa adanya.

Hindari Mengkritik Langsung

Mengubah sifat seseorang perlu usaha keras karena sifat itu terbentuk sejak dia kecil dan terus dibawa hingga dewasa dan cenderung menjadi karakter. Tapi kemungkinan untuk suatu perubahan tetap ada. Hanya saja perubahannya tidak dahsyat. Dan, perubahan itu tak bisa langsung terlihat. Perlu proses sebelum akhirnya ia memutuskan berubah.

Jika kita berniat sedikit mengubah orang yang perfeksionis agar lebih santai dan fleksibel, Kita perlu memakai cara halus. Cara paling ampuh, menurut para psikolog, adalah mencoba bersabar dan mengalah, (duh... susah banget yang ini yah).

Cara lain adalah berikan mereka pilihan. Bicarakan dengan mereka tentang sikapnya yang kaku. Carilah waktu yang tepat, mungkin ketika menonton televisi, saat mereka sedang tidak stres karena pekerjaan, dll. Bujuklah sambil bercanda agar ia sedikit ‘longgar' terhadap standar kesempurnaannya.

Fleksibel Perlu Ada Batasnya

Pertengkaran, mungkin, tak pernah terjadi karena orang yang easy going cenderung memandang sesuatu dengan santai. Tapi, apakah kita tak akan menjadi bosan melihat orang perfeksionis marah-marah terus? Rasanya, tak ada salahnya jika kita juga berusaha lebih toleran. Barangkali, lebih mudah mengubah diri sendiri daripada berusaha mengubah orang lain.

Memang kadang kala tidak gampang untuk bisa saling memahami, apalagi jika sifat yang sangat bertentangan ini. Tapi, jika kita tetap memegang pembawaan yang santai dan tenang, meski menghadapi masalah, ini akan membantu untuk lebih memahami.

Tuhan menunjukkan konsep perbedaan ini dengan sangat jelas melalui Adam dan Hawa. Adam bertengkar dengan Hawa dan saling menyalahkan. Karena Hawa yang jatuh ke dalam dosa, akhirnya Adam juga ikut jatuh ke dalam dosa dan Adam dikutuk dengan berkeringat akan mencari nafkah (hidup susah). Bisa dibayangkan, bagaimana galaunya perasaan mereka saat kehidupan nyaman dan indah yang selama ini mereka nikmati bersama dengan Tuhan berakhir sudah. Pertengkaranpun tak dapat dihindarkan.

Jika kita mengalami kesulitan memperbaiki hubungan yang didasari perbedaan ini maka tetaplah berusaha menerapkan nilai-nilai perbedaan sesuai standard Firman Tuhan.

Semangaaat!!!

Read More...

Thursday, August 07, 2008

Sikap Posesif

Seperti teringat kembali akan sesuatu akhir-akhir ini saya menemukan kata posesif, saya mencari-cari arti dari kata itu dan membuatku termenung dan berfikir kembali. Dalam kamus bahasa Inggris arti posesif adalah; Possessive: Having or showing a desire to control or dominate. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia secara umum berarti Posesif adalah suatu sikap yang dipunyai atau ditunjukkan untuk mengontrol atau mendominasi sesuatu atau seseorang.



Kata itu mengingatkan saya suatu hal dan membuatku tersenyum. Saya berfikir bukan hanya manusia saja yang punya sikap itu, tapi Tuhan juga. Dia mempunyai sikap posesif kepada umat-Nya untuk menyembah-Nya, beribadah, dan berbuat baik pada sesama. Jika tidak dituruti maka pasti ada ganjarannya.

Namun, ada perbedaan yang sangat jelas. Tuhan yang punya Super Posesif (karena memang kedudukannya) dan kita sebagai manusia masih mempunyai pilihan (kehendak bebas) untuk memilih. Sedangkan manusia, sikap posesifnya terhadap sesuatu terutama seseorang cenderung tidak punya pilihan dan sisi negatif yang muncul.

Posesif dalam Suatu Hubungan Manusia
Mengucapkan kata posesif saya jadi teringat lagu Naif dengan judul yang sama dan juga cerita-cerita di film dan sinetron, atau curhat2 teman. Perlu disadari oleh kita, mungkin kita pernah bersikap posesif pada siapapun termasuk saya juga. Coba kita ingat-ingat tentang masa lalu. Pasti ada dan yang menjadi pertanyaan adalah sampai dimana kadar atau ukuran posesif itu.

Banyak yang menilai sikap posesif adalah suatu sikap yang negatif, cenderung merugikan orang lain dan bahkan diri sendiri. Jika saya bersikap posesif pada orang lain, maka dalam hatiku akan terpendam rasa tidak percaya diri, kecurigaan, berprasangka buruk, membenci, dan rasa yang lain yang akan mengotori hati kita yang. Jika itu terjadi maka tidak menutup kemungkinan untuk mengotori sikap dan prilaku kita secara fisik sebagai manusia (ceile kayak psikiater aja).

Bagi orang yang diposesifi, dia akan merasa tidak nyaman, terkungkung, pelanggaran privasi, dan lainnya. Namun, orang yang diposesifi dan yang memposesifi punya kadar dan ukuran sendiri dalam menilai dan melihat dari sudut pandang tertentu. Walau menurut mereka ada yang mengatakan itu baik (sebenarnya yang mereka maksud itu adalah sikap memberikan perhatian dan bukannya posesif), sikap perhatian yang berlebihan (posesif) bagi yang merasakan prilaku tersebut sangat tidak nyaman atau menentang dan terkesan mengakang.

Contoh dari sikap posesif itu diantaranya; terlalu banyak mengatur, banyak bertanya hingga detil serta cenderung mengintrogasi, dan kuatnya unsur kecurigaan dalam diri. Hal itu dilakukan karena adanya sikap tidak merasa percaya diri pada diri sendiri, takut kehilangan, dan keinginan untuk memiliki yang terlalu kuat dan bahkan keinginan untuk mengakang.

Lalu, apa hubungannya posesif dengan hubungan Cinta antar manusia? Biasanya sikap posesif itu timbul dari hubungan antar manusia karena adanya rasa cinta yang sangat terlalu kuat (biasanya salah satu dari pasangan itu). Apakah salah untuk mencintai seseorang dengan kuat? Apakah benar demikian? Lalu saya berfikir jika yang menjadi korban adalah “Kebebasan” diri, apakah hal itu juga bagian dari mencintai seseorang yang tulus. Jika hal itu terjadi, ada pertanyaan yang harus dijawab. Apakah aku mencintai seseorang secara fisiknya atau hatinya? Manakah yang lebih penting? Saya tidak mau mengorbankan “Kebebasan” orang lain, saya pasti memilih mencintai seseorang karena hati.

Lalu bagaimana dengan hubungan persahabatan kita dengan orang lain? Adakah sikap posesif itu? Sebenarnya antara hubungan persahabatan dengan hubungan kekasih itu hanya dibatasi garis tipis. Satu-satunya hal yang menjadi perbedaan adalah masalah hati dan status (berkomitmen untuk menjalin suatu hubungan kasih misalnya; berpacaran, bertunangan, dan menikah).
Sikap posesif yang diperbolehkan (menurut ilmu hubungan antar manusia) adalah hanya dalam konteks “Menasehati.” Menasehati sepanjang apa yang dilakukan pasangan kita itu tidak menyalahi aturan yang ada dalam norma susila dan agama serta saling menghormati. Tapi setiap manusia punya hak azasi untuk menentukan bagaimana cara dia untuk bertindak.

“Cinta akan berkembang jika kita merawat dan memupuknya secara wajar serta membiarkannya tumbuh dengan sendirinya sesuai kekuatan yang diberikan oleh kasih sayang dan Cinta dari Tuhan.”

Please don't be possessive but be a true lover like me :-)

Read More...

Tuesday, July 29, 2008

Jangan bersedih, Tips Buat Para Single

Beberapa bulan terakhir ini ada beberapa orang teman yang nikah ini membuat saya sedikit merenung sebagai seorang yang masih single (bukan promosi lho), lalu apa yang harus saya lakukan sebagai seorang single? Ini beberapa tipsnya...



• Bertanyalah pada teman-teman kamu yang sudah menikah, hal-hal apa yang paling mereka rindukan saat mereka masih single. Apakah itu jalan-jalan ke luar pulau, melakukan sesuatu beramateman-teman, atau hal-hal yang mungkin tidak sempat lagi mereka lakukan karena sudah berkeluarga. Lakukanlah hal-hal saat ini agar nantinya gak menyesal jika sudah berkeluarga nanti.

• Apa yang ingin dilakukan saat ini? Menulis buku? Melanjutkan pendidikan? Jalan-jalan ke luar negeri? Buatlah daftar dari semua keinginan kamu ini, lalu pilih salah satu dan lakukanlah sekarang! Jangan menghentikan hidup Anda untuk menunggu seorang pasangan.

• Alkitab mengatakan ada maksud atau tujuan yang spesifik untuk setiap saat kehidupan. Berdoa dan tanyalah pada Tuhan apa yang Dia ingin kamu pelajari atau lakukan di saat ini. Ketaatanmu akan semakin mendekatkan kamu pada-Nya dan rencana-Nya atas seluruh bidang kehidupan kita.

• Karena kamu tidak sedang memfokuskan sebagian besar energi untuk keluarga, Kamu punya banyak hal untuk diberikan. Ada saat saat bersama teman teman, jiwa baru di gereja misalnya, tetangga yang baru pindah ke lingkungan kamu dan yang mungkin merasa sangat terbantu oleh kehadiran kamu dalam hidup mereka.

• Ada banyak hal yang dapat kamu lihat dan alami di dunia ini, dan sekarang adalah kesempatan terbaikmu! Raih sebanyak mungkin pengalaman dengan berpetualang selama liburan bersama teman-teman, perkaya hidup kamu dengan memperluas pergaulan dan pengalaman! Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang mungkin akan kamu temui di tengah perjalanan! Siapa tau "dia" yang Tuhan janjikan untuk menjadi pendamping hidupmu.

Jadi, tetap semangat!!! S'bab Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.

Read More...

Friday, July 18, 2008

Kadang Hidup Memaksamu Menangis

Kadangkala hidup mengharuskan kamu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat hal-hal baik dan benar bahkan merasa telah malakukan yang sempurna, tetapi masih banyak kritikan yang ditujukan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata yang diperkiraanmu keliru.

Jangan putus asa !! Bangkitlah !! dan tetap semangaaaaaaat!!



Ini yang saya katakan: Matahari tanpa sinar tidak layak disebut sebagai matahari. demikian juga dirimu. kamu adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang lain untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?

Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri?

Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan menjadi tanpa batas.

Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi taklukanlah keadaaan !!

Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!

Bapa yang selalu mengasihimu, ,

YESUS

Read More...

Thursday, June 19, 2008

Perfeksionis dan Gambar Diri

Kamu orang yang perfeksionis? Kamu tahu enggak, kadang-kadang sifat seperti itu muncul karena keinginan orang lain, lho! Tanpa kita sadari...

Semua orang pasti selalu ingin berhasil di dalam hidup. Bahkan sebagian dari kita menjadikan keberhasilan adalah sebuah kebutuhan bahkan keharusan sehingga kita akan terikat dengan sebuah usaha terus-menerus untuk memperoleh hasil yang sempurna. Termasuk untuk hal-hal yang kecil sekalipun.

Sifat seperti inilah yang disebut sebagai perfeksionis. Sepintas orang perfeksionis terkesan sempurna. Namun, sifat ini ternyata juga bisa timbul untuk menghindari perasaan enggak enak, yang sebabnya bisa bermacam-macam. Makanya sifat perfeksionisme itu terbagi menjadi dua. Pertama, perfeksionisme yang positif, artinya mereka yang enggak puas kalau cita-cita mereka belum tercapai. Kedua, perfeksionisme yang negatif, yang suka mengkritik diri sendiri atau merasa kurang sempurna terus.

Naluri seorang perfeksionis biasanya selalu tertuju pada ketakutan akan kegagalan. Akibat ketakutannya itu, seorang perfeksionis akan berusaha menetapkan suatu standar atau pedoman tertentu yang harus bisa dicapai. Ia mengira perincian rencana yang begitu detail dan rapi akan membuat hidupnya menjadi lebih teratur dan kemungkinan untuk gagal enggak ada sama sekali.

Kenyataannya, standar tersebut kerap kali malah membuat seorang perfeksionis hidup dalam batasan peraturan-peraturan yang diciptakannya sendiri. Ia akan sering mengalami kekecewaan karena enggak mampu melakukan segala sesuatu sesempurna yang diinginkannya. Ia juga akan sangat kesal pada dirinya sendiri, bahkan terkadang mengambinghitamkan orang lain sebagai akibat kegagalannya. Selanjutnya, pengalaman akan takut gagal tadi bisa mengarah pada depresi yang mendalam dan menyalahkna diri sendiri.

Nah, orang yang belum memiliki konsep diri yang memadai, ditambah dengan dengan sifat perfeksionis tadi, biasanya akan mencari pelarian dengan nge-drugs atau mengonsumsi alkohol atau suka mengatur orang lain. Awalnya sih hanya sebagai pelarian untuk menghilangkan tekanan akibat kekecewaan atau kegagalan masa lalu. Namun, akhirnya ia baru menyadari bahwa dirinya enggak mampu bertahan tanpa zat-zat "adiktif" tadi.

Gambar diri

Supaya enggak mengalami kekecewaan berlarut-larut seperti di atas, sebelumnya kita harus meyakinkan diri bahwa kita selalu terbuka untuk menerima kebenaran tentang ”gambar diri” atau keadaan diri kita yang sesungguhnya.

Kita diciptakan Tuhan sebagai individu yang terbaik, istimewa, bahkan unik dan kreatif. Namun, kadang-kadang kita enggak sadar akan nilai diri kita. Sering kali kita salah berpikir seperti, ”Saya adalah seperti yang orang lain katakan tentang saya”, atau, ”Saya akan menemukan nilai diri saya sesuai pendapat mereka tentang saya”. Citra diri atau gambar diri yang enggak benar ini akan membuat kita enggak menjadi manusia yang utuh dan menghambat hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita.

Gambar diri itu sebenarnya penjelasan akan keadaan diri sendiri maupun pikiran kita tentang pandangan orang lain terhadap diri kita. Gambaran ini terbentuk selama bertahun-tahun selama kita berinteraksi dengan lingkungan kita. Meskipun begitu, citra diri dapat diubah sesuai yang kita inginkan.

Nilai diri kita pun berkaitan erat dengan cara bagaimana kita memandang diri sendiri dan bagaimana kita berpikir tentang penilaian orang lain tentang kita. Misalnya, ada pendapat bahwa orang akan menghargai kita kalau kita keren, pintar, kaya, atau jago basket. Jadi kalau ada orang yang badannya rada gembul atau gaya dandannya pas-pasan enggak perlu dihargai.

Ini artinya kita jadi terpaku pada pendapat orang lain atau kita malah terlalu mempertahankan ego kita yang tidak kreatif. Padahal penilaian seperti itu malah akan membuat kita menjadi pribadi yang takut gagal, takut tertolak, takut dihukum, bahkan bisa mengasingkan diri dan menjadikan diri kita patern bagi orang lain. Kita jadi takut untuk mencoba sesuatu yang baru sehingga ide dan kreativitas kita enggak berkembang.

Kalau hal ini terjadi terus-menerus, kita bisa jadi menjadi orang yang paling enggak bahagia. Habis, kita enggak punya harapan, enggak punya tujuan, dan merasa hidup ini sia-sia saja karena enggak memberikan hasil apa pun.

Mengatasi citra diri yang buruk

Pencitraan diri berkaitan erat dengan kepercayaan diri (self esteem), yaitu seberapa jauh kita mampu menghargai, menilai, dan menghormati diri kita sendiri. Untuk mengatasi citra diri yang buruk tadi, kita harus mau berubah, sabar, dan terbuka atas dukungan orang lain karena enggak semuanya bisa kita kerjakan sendiri dengan mengharapkan hasil yang sempurna.

Selain itu, kita juga harus mau bangga akan keunikan yang kita miliki. Kita juga harus percaya bahwa kita mampu melakukan apa yang kita inginkan. Untuk bisa tampil sebagai pribadi yang andal dan memiliki kreativitas yang beragam, kita harus berani mencoba hal-hal baru, mau keluar dari rutinitas, dan enggak takut gagal. Karena kalau kita mau mengembangkan kreativitas, hidup kita jadi lebih menyenangkan.

Namun, ini enggak bakal terjadi kalau kita enggak punya rasa percaya diri. Untuk memperoleh kepercayaan diri tersebut, ada beberapa langkah yang bisa kita terapkan. Pertama, catat apa saja kemampuan istimewa yang kita miliki. Kedua, tekankan sikap optimistis bahwa kita mampu mencapai sebuah kesuksesan. Namun, ingat, jika kita berhasil mencapai kesuksesan, jangan terlalu berlebihan. Begitu juga jika ternyata kita gagal. Enggak berarti seluruh pengharapan kita telah mati. Ketiga, kita harus mau dan mampu mengubah sikap secara keseluruhan. Kegagalan enggak perlu dipermasalahkan, melainkan dipelajari agar kita semakin hari menjadi semakin baik. Maka yang terjadi adalah pendewasaan dan pembelajaran diri kita.

Intinya, kita harus mengubah pandangan terhadap diri sendiri. Kalau enggak, orang lain juga enggak akan mau dong menghargai diri kita. Percayalah dengan kemampuan yang kita miliki, jangan cuma terpaku dengan pendapat orang lain untuk menilai siapa sih diri kita ini? Dengan mempunyai gambar diri yang baik, itu berarti kita juga memberi nilai yang tinggi kepada diri kita sendiri. ”You can if you think you can.”

Read More...

Thursday, May 08, 2008

Most Frequent Ask Questions About Women

Tulisan ini saya buat untuk pria-pria masa kini yang dari dulu (mungkin sampe sekarang) masih bingung dengan pola perilaku cewek, mudah mudahan bisa membantu !

Cowok : Gue gak tau mesti ngomong apaan kalo gue lagi berdua ama cewek (maksudnya lagi “jalan bareng”). Kira-kira cewek tuh pengen dengerin apa sih dari cowok?
Cewek : Logikanya, para cewek gak mungkin mau “jalan” sama cowok yang dia gak suka. Tapi banyak juga sih yang alasannya bukan itu, ada yang karena bosen/gak ada kerjaan, ato emang dia tipe orang yang gak bisa bilang “enggak”. Tapi gimanapun juga, gak masalah kok kalo loe gak tau mesti mulai pembicaraannya darimana, ngalir aja. Doi mungkin aja ngalamin hal yang sama. Nah, sekarang kan banyak banget buku-buku/artikel-artikel yang ngajarin cowok-cowok supaya bisa “ngomong” ma cewek. Kayaknya loe jangan terlalu berpedoman sama artikel2 itu jg deh. Soalnya nih, idealnya topik pembicaraan loe sama doi itu harus yang menarik perhatiannya dia, pokoknya harus cocok sama situasi gitu deh. Tanya deh ke dia, dia sukanya apaan, hobinya apaan, dll. Abis itu, dengerin aja dia ngomong!
Cowok : Date pertama sih sukses… tapi kenapa ya gue gak bisa ngajak dia jalan lagi?
Cewek : Wah..jawabannya bakalan panjang nih. Gue coba buat singkat ya. Jadi kemungkinannya itu spt ini :
1. Elo ngebosenin.
2. Dia gak suka sama cara loe memperlakukan dia.
3. Dia bilang “iya” waktu kencan pertama itu bukan krn dia suka sama elo, tapi krn dia lg gak ada kerjaan aja atau gak mau nyakitin perasaan elo. Kachian deh.
4. Setelah dia lebih deket sama elo, ternyata ia gak suka kepribadian elo. Alias dia gak nemuin “chemistry”nya.
5. Kebanyakan cewek itu pemilih/picky. Cewek biasanya menganalisa cowok untuk dijadiin “pegangan” dia JANGKA PANJANG, walopun baru nge-date sekali. Jadi, elo emang mesti terlihat “hampir sempurna” sih. Hehehe..
Cowok : Gue itu gak ganteng! Bisa gak sih gue dapet cewek cantik? (pertanyaan jayus banget sih).
Cewek : Loe liat deh di mall-mall, sering ketemu cewek cantik ngegandeng cowok yang jelek, kumel, dekil, dan ngeteng alias gak bawa mobil? Haha. Bo’ong kalo gak pernah! Jadi, banyak kok cewek2 cantik yang nyari cowok yang sopan, baik, lucu/humoris, rajin suka menabung dan tidak sonbong dan blabla. Gak cuma ganteng doang. Lagian selera cewek2 itu kan gak ada yang sama. Lagian kalo loe pade punya semuanya yang diatas tadi trus banyak cewek yang “nganti”, ya loe patut waspada nih karna mungkin aja doi cuman mau sama kepribadian (mobil prribadi, rumah pribadi, dan pribadi2 yang lainnya) loe aja.
Cowok : Kenapa sih cewek-cewek di tempat clubbing sombong2? Kayak yang gak tertarik gitu sama cowok..
Cewek : Yaaa..mungkin mereka emang gak tertarik kali. Banyak cewek yang ke tpt clubbing itu cuma untuk ngedengerin musik/nge-dance. Loe mesti inget satu hal, di tpt2 kyk gitu lebih banyak cowok ketimbang cewek. Jadi, jangan salahin cewek kl mereka keliatan defensive. Cara ngedeketin cewek di tpt clubbing itu adl dgn bersikap spt gentleman. Senyum yang tulus, terus jgn nyerah kalo dia bilang “enggak”. Terus aja coba, soalnya cewek2 kesana juga buat ketemu cowok (no matter what they may say!)
Cowok : Gimana caranya sih untuk tau cewek tuh suka ama kita ato engga?
Cewek : Sama aja kyk cowok, cewek pasti nunjukin juga kok. Dia bakalan flirting sama elo, nunjukin perasaannya dengan menatap mata elo, menyentuh elo waktu ngobrol bareng, dan dia bakal ngeliatin elo terus. Pokoknya gak jauh beda deh sama cowok. Yang jelas bedanya adalah loe cowok dan gue cewek. Haha.
Cowok : Sebenernya cewek suka gak sih kalo kita mulai PDKT dengan cara temenan dulu?
Cewek : Sebenernya suka. Soalnya dengan cara itu, cewek bakal lebih nyaman dan terbuka ke elo. Tapi, kalo misalnya dia pun akhirnya nolak elo jadi cowoknya (padahal loe udah temenan nih sama dia), itu bukan karena dia anggap elo temen (makanya ga bisa pacaran). Klise banget tuh. Dia nolak elo karena emang dia gak “nge-click” sama elo. Dan semoga elo yang ditolak sama cewek model gini bisa berbesar hati en berlaku dewasa (dengan terus ngejaga hubungan pertemanan dgn dia).
So, kesan pertama begitu menggoda selanjutnya terserah deh.. Gud Luck, guys!

Read More...

Inikah Yang Dinamakan Cinta?


Hi guys,
Berapa banyak dari kita yang pernah mengalami hal seperti ini:
Ada co/ce baru di kelas saya! wah seneng banget!, dapet tambahan 1 co/ce pasti seneng. Hehehe. pas saya liat anak baru ini, waahhh … ini orang kok type gue banget yah! Persis banget sama type-type co/ce yang saya suka. Cakep, pinter, rapi, rajin, berwibawa, ampe gaya rambut ama gaya pakaiannya tuh type gue banget!! en gayanya itu loh … ngga kuku! Sampe-sampe saya udeh ngiler duluan …
Yang jelas saya jadi agak semangat masuk kelas. Trus yah biasalah, kalau di kelas tuh suka nyuri-nyuri pandang, suka belaga bego tanya-tanya pelajaran. En jadi ngga suka lagi ama hobi (bolos)! So, yang biasanya saya suka ketiduran dikelas huh, wah udeh deh godaan untuk bolos (baca: hobi) tuh gede banget! Tapi yah berhubung kalau bolos ngga bisa ketemu … yah saya masuk deh. Kadang kalau di kantin, sekalipun ada orang buanyak, tapi entah gimana saya selalu bisa nemuin dia duduk di mana! Hehehe. en kalau sekali ketemu di kantin, trus dia senyum sama saya … wah itu udeh cukup bikin saya senyam-senyum sepanjang hari!! Diam-diam kamu mulai menjadi pengagum rahasia.

Malah bahkan kita sampai sempet doa, Tuhan kalau boleh ntar dapet yang model begitu donk! Yah tampang2nya ama pinternya mirip-mirip gitu dah! Eh tapi ngga ding, gak nolak loh Tuhan …hahaha.

Kalau diliat dari cerita saya di atas, pasti ada yang mikir kita ‘fall in love’ ama itu co/ce. benernya cobadeh pikir sekali lagi apa kita beneran fall in love? Masak sih?!?! masak sih saya bisa fall in love ama dia? Lah belon ada 1 bulan kenal sama dia. Kita bahkan ngga tau apa-apa tentang dia! En mungkin ngga sih kita ‘cinta’ sama orang yang kita ngga kenal?

Menurut saya kagak mungkin. So saya rasa, saya cuman sekedar suka sama dia. Tepatnya suka liat tampangnya … suka dengerin suaranya … suka liatin gayanya. Ntar kalau udeh bener-bener kenal, belon tentu saya masih suka sama dia! Betul gak?

Inikah yang namanya cinta? Saya rasa BUKAN. Akhir-akhir ini saya sering mikir sih. Apa sih yang mananya cinta itu? kadang saya mikir, teman saya itu segudang, tapi apa ada yang bener-bener saya cintai? Kayaknya sih ngga ada deh. tepatnya belon ada.
En itu jadi bawa saya mikir lebih dalam lagi …

Apa saya bener-bener cinta sama Tuhan or saya cuman suka sama Tuhan?

Dulu sih saya mikir, wah saya ini cinta Tuhan … tapi apa iya? Atau jangan-jangan selama ini saya cuman naksir ama Tuhan … kagum sama Tuhan … suka ama Tuhan. APA SAYA BENER-BENER CINTA SAMA TUHAN?

Banyak hal yang menggambarkan tentang cinta tapi 1 yang saya tau, cinta itu pasti bicara soal pengorbanan. Kita ngga mungkin cinta sama orang tapi kita ngga mau ngerti dia, kita ngga mau nyenengin dia, kita ngga mau berusaha mengenal dia. Ngga mungkin banget.

Saya cinta sama Tuhan, karena Tuhan baik. Tuhan cukupin semua kebutuhan saya. Tuhan beri semua hal-hal yang baik dalam idup saya. Tuhan jagai saya. Tuhan lakukan banyak hal yang terbaik untuk saya … saya cinta ama Tuhan. apa bener?

Ketika Tuhan mulai bicara, Aku ngga suka kamu lakukan itu … Aku Allah yang cemburu. Aku ngga suka orang yang sombong, Kalau kamu ngga bayar perpuluhan kamu menipu Aku. Dan Aku ngga suka itu. kalau kamu sembarangan bersumpah, kamu berdosa terhadap Aku. Kamu membuat Aku sedih kalau kamu lakukan itu. Kalau kamu tidak percaya pada-Ku, kau melukai Aku … apa tanggapan kita? Apa tanggapan saya?

Ah Tuhan, boong2 dikit kan gak pa pa … Cincai lah …

Tuhan, pengeluaran bulan ini mempet loh. Masak tetep harus kasih perpuluhan. Sekali-kali ngga mgembaliin ngga apa-apa dah.

Kita sering banget memilah-milah firman Tuhan. kalau yang baik, kita bilang AMEN. Tapi kalau bagian itu bicara tentang bagian yang susah kita lakukan, kita ngga suka. ah Tuhan, jangan kejam-kejam donks!! Guys, ketika Tuhan berfirman, dan kita tidak mendengar, kita ngga anggep itu penting … apa itu namanya cinta?

Banyak orang dulunya (termasuk saya), cuman mau dekat sama Tuhan. tapi ngga mau buat komitmen sama Tuhan!! Cuman mau seneng-seneng, cuman mau dapet berkat, tapi NGGA MAU BAYAR HARGA. NGGA MAU TERIKAT KOMITMEN!! Kita cuman bisa bilang, “saya calon mempelai Kristus!” padahal sebenernya kita cuman mau pacaran sama Tuhan. kalau pacaran kan cuman seminggu sekali yaa … pas hari Sabtu Minggu aje pacaran ama Tuhan. hari laen mah saya jomblo!! So suka-suka saya!


Saya rasa kalau one day saya memutuskan untuk menikah (setelah dapet ph tentunya! Hehehe), itu pasti keputusan yang berat buat saya. en saya pasti pikir 1.000.000 kali sebelon mau bilang Yes, I do. kalau selama single, kita selalu berkata ‘saya saya saya dan saya’, suatu hari nanti kata itu harus diganti. Kita dan bukan saya.
Guys, itu juga yang Tuhan minta dari kita.

Tapi apa kamu mau … apa kamu rela … apa kamu sungguh-sungguh menjadikan idupmu seleras dengan idup-Ku? Apa kamu rela menganggap kepentingan-Ku lebih penting dari kepentinganmu? Kesenangan-Ku lebih penting … Apa kamu rela mengorbankan impian-impianmu demi Aku?! Apa kamu rela mengganti kata AKU dengan kata KITA? Apa kamu mau meminta pertimbangan-Ku sebelon kamu memutuskan segala sesuatu? Apa kamu mau mengerti Aku? Apa kamu mau … Aku sudah berikan semua dan yang terbaik untuk kamu, sekarang apakah kamu mau memberi yang terbaik juga untuk-Ku?

Guys, apakah selama ini kita ‘cinta’ sama Tuhan .. atau kita cuman naksir? Apa selama ini kita mau berkomitmen sama Tuhan atau kita cuman mau main-main sama DIA?
Tuhan sudah memberikan segalanya buat kita, apa yang sudah kita buat untuk Tuhan? Stop thinking about you! Just say, Lord, yes I do!

Read More...