Hello, welcome to my world. The world full of love. Sometimes i'm not sure axactly what i'll be writing about on this blog but this blog is about share, this is my playground where i can share everything that i have with you.

I am Ronald Selatan (rselatan) living and enjoing Bali so much, I'm a fulltime lover. People says if you want to know my self, just read up this blog. This is a site of LOVE.

HOME | DE SOUTH | MARKETPLACE | CONTACT
_________________________________________________________________

Showing posts with label Christianity. Show all posts
Showing posts with label Christianity. Show all posts

Monday, October 27, 2008

Kecewa

Beberapa hari ini saya hampir merasakan, merasakan dan bahkan sedang merasakan suatu perasaan yang saya sebut (sepertinya) rasa kecewa atau kesal. Bagi beberapa dari kita, perasaan ini memang sudah pernah atau sering kita alami. Banyak hal yang mengakibatkan perasaan ini muncul, bagi saya masalah hubungan antar manusia menjadi masalah yang paling penting tidak seperti masalah yang lainnya yang menjadi akar dari perasaan kecewa. Nah apabila sudah terkena ‘penyakit’ kecewa, ini terkadang berbuntut kepada perasaan sakit hati, disini bahayanya.

Perasaan kecewa atau kesal mungkin bisa dikategorikan normal jika kita sedang mengalami masalah ataupun merasa disakiti atau duhianati oleh seseorang (halah lebay deh kayaknya), intinya kita mengalami perasaan ini jika kita merasa harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Sebagai manusia sangat ‘tidak normal’ jika kita tidak pernah merasa kecewa sekalipun! Tapi bagaimanapun, jangan biarkan perasaan kecewa menguasai diri kita hingga mendorong kita bertindak di luar batas dan bahkan sampai mengalami tekanan dan hal hal buruk lainnya.

Secara pribadi saya selalu mencoba belajar untuk mengobati perasaan kecewa itu dengan berbagai hal. Tidak seharusnya rasa kecewa itu membelenggu kehidupan kita terus menerus, jika kita terus bersemangat pasti selalu ada harapan.

Hal-hal yang saya lakukan untuk membuang rasa kecewa :

• TERIMA KENYATAAN
Manusia hanya bisa berencana tapi anggaran yang menentukan, eh salah ya, Tuhan yang menentukan. Terkadang apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan apa yang Tuhan mau. Jadi yang saya lakukan adalah menerima/berserah kepada Tuhan terhadap apa yang sedang terjadi, sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera.

• BERPIKIR
Saya selalu berpikir apa yang saya lakukan, apa yang orang lain lakukan, apa yang Tuhan lakukan dan mengapa ini membuat saya kecawa. Terkadang perasaan kecawa hanya bisa diatasi dengan membiarkannya berlalu.

• BERPIKIR POSITIF
Memang terkadang sangat sulit untuk berpikir positif apabila berhadapan dengan situasi yang sepertinya berpihak kepada kita. Hal hal yang nyata, “barang bukti” semuanya mendukung kita sebagai pihak yang benar dan yang dirugikan. Saya belajar untuk tidak terlalu mengikut perasaan, sebaliknya belajar melihat hal-hal positif yang bisa diambil dari setiap apa yang terjadi.

• SEMANGAT
Ini adalah kunci dari semuanya, terkadang ketika kita menjadi patah semangat dan berpikir bahwa semuanya sudah tamat, berakhir dan tidak lagi ada harapan. Kita dibelenggu dengan perasaan kecewa yang berkepanjangan, bahkan orang yang kita percayai menjadi tidak bisa diandalkan lagi, terkadang perasaan benci datang, dan kita menjadi putus asa dst. Tapi jika kita tetap semangat maka kita akan melihat segala sesuatu menjadi penuh harapan. Terkadang kita melihat hari menjadi gelap gulita dan berpikir tidak ada lagi matahari seperti dulu lagi, tapi kenyataannya matahari tetap bersinar walaupun awan menutupinya.

Sbab Tuhan menjadikan segala sesuatu menjadi indah pada waktuNya. Tetap Semangat!!!

Read More...

Saturday, October 04, 2008

Allah Itu Setia

Hari-hari ini saya diingatkan kembali tentang satu kata “kesetiaan”, setelah beberapa saat merenungkan dan ternyata bahwa sesungguhnya (idih kayak uud 45 aje) didunia ini tidak ada yang setia, jika diantara kalian memiliki seorang yang setidaknya sampai saat ini kedapatan masih setia, tidak hanya saat bahagia tetapi juga pada saat kita sedang ngalami masalah… maka saya hanya mau bilang… BERSYUKURLAH!

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan AnakNya, Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. (1 Kor 1:9)

Ayat ini adalah hiburan sekaligus penguatan bagi saya. Allah itu setia. Artinya: Allah kita sungguh dapat dipercaya (tidak seperti manusia). Dia benar-benar dapat dipercaya dalam segala hal, di semua waktu dan kondisi kehidupan. Kata-kataNya dan janjiNya dapat kita pegang, sebab Dia tidak pernah satu kali pun menipu kita. Kehadiran dan penyertaanNya di dalam hidup kita abadi. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tanganNya yang penuh kasih dan rahmat itu benar-benar sanggup melindungi kita.

Kesetiaan Allah yang tiada tara itulah yang menjadi dasar kekuatan kita menghadapi dan merespon berbagai masalah yang ada termasuk masalah ekonomi, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, rumah tangga, atau pribadi kita sesuai dengan iman kita. Kesetiaan Allah itu juga yang membuat kita tetap mampu, berani dan gembira menjalani hari-hari kita. Ya, membuat kita tetap dapat berpikir tenang dan berhati jernih. Satu lagi: mendorong kita selalu memiliki pengharapan.

Allah itu setia. Sebab itu jangan lari dari masalah dan jangan putus asa. Tetaplah tegak. Sambil bekerja dan berusaha membuat keadaan pribadi, rumah tangga, gereja dan masyarakat kita terus menjadi lebih baik.

Didunia ini tidak ada yang setia, tapi Allah itu setia.
Tetap semangaaaaaaat!!! GBU

Read More...

Wednesday, October 01, 2008

Perfeksionis Vs Easy Going

Kamu ngerasa kegiatan yang dilakukan secara spontan bisa membuat hidup kamu lebih ‘hidup'. Sementara ada orang disekitar kamu malah merasa hidupnya bakalan kacau balau bila melakukan kegiatan tanpa rencana. "Bagaimana bisa hidup tanpa perencanaan yang jelas," begitu selalu prinsipnya, sedangkan kamu lebih easy going. Lalu, di mana titik temunya?



Sifat Dasar Yang Bertolak Belakang

Setiap orang, menurut teori psikologi, mempunyai sifat dasar yang terangkum dalam DISC (dominant, influencing, steady, compliant). "Hanya, masing-masing pribadi memiliki satu sifat dasar yang lebih dominan dibandingkan sifat lainnya," Jika ada orang yang perfeksionis, berarti sifat dasarnya adalah compliant. Sedangkan bagi kamu yang lebih santai, memiliki sifat dasar influencing.

Ciri-ciri orang bersifat compliant, antara lain perfeksionis, penuh rencana dan selalu ingin akurat. Kebalikannya, orang yang memiliki sifat influencing lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan, optimistis dan senang bergaul. Hanya saja sisi negatifnya, ia cenderung berantakan, tidak perhatian terhadap hal mendetail, bahkan sering lupa.

Nah, akibat dari sifat dasar yang bertolak belakang itu, tidak heran jika orang perfeksionis jadi sering marah, menggerutu atau mengomel, karena orang yang bertipe influencing dianggapnya kurang disiplin, kurang rapi dan tidak memiliki perencanaan hidup atupun kreatif yang berlebihan. Sebaliknya, orang yang easy going menganggap mereka (orang perfeksionis) terlalu menuntut dan sulit menerima apa adanya.

Hindari Mengkritik Langsung

Mengubah sifat seseorang perlu usaha keras karena sifat itu terbentuk sejak dia kecil dan terus dibawa hingga dewasa dan cenderung menjadi karakter. Tapi kemungkinan untuk suatu perubahan tetap ada. Hanya saja perubahannya tidak dahsyat. Dan, perubahan itu tak bisa langsung terlihat. Perlu proses sebelum akhirnya ia memutuskan berubah.

Jika kita berniat sedikit mengubah orang yang perfeksionis agar lebih santai dan fleksibel, Kita perlu memakai cara halus. Cara paling ampuh, menurut para psikolog, adalah mencoba bersabar dan mengalah, (duh... susah banget yang ini yah).

Cara lain adalah berikan mereka pilihan. Bicarakan dengan mereka tentang sikapnya yang kaku. Carilah waktu yang tepat, mungkin ketika menonton televisi, saat mereka sedang tidak stres karena pekerjaan, dll. Bujuklah sambil bercanda agar ia sedikit ‘longgar' terhadap standar kesempurnaannya.

Fleksibel Perlu Ada Batasnya

Pertengkaran, mungkin, tak pernah terjadi karena orang yang easy going cenderung memandang sesuatu dengan santai. Tapi, apakah kita tak akan menjadi bosan melihat orang perfeksionis marah-marah terus? Rasanya, tak ada salahnya jika kita juga berusaha lebih toleran. Barangkali, lebih mudah mengubah diri sendiri daripada berusaha mengubah orang lain.

Memang kadang kala tidak gampang untuk bisa saling memahami, apalagi jika sifat yang sangat bertentangan ini. Tapi, jika kita tetap memegang pembawaan yang santai dan tenang, meski menghadapi masalah, ini akan membantu untuk lebih memahami.

Tuhan menunjukkan konsep perbedaan ini dengan sangat jelas melalui Adam dan Hawa. Adam bertengkar dengan Hawa dan saling menyalahkan. Karena Hawa yang jatuh ke dalam dosa, akhirnya Adam juga ikut jatuh ke dalam dosa dan Adam dikutuk dengan berkeringat akan mencari nafkah (hidup susah). Bisa dibayangkan, bagaimana galaunya perasaan mereka saat kehidupan nyaman dan indah yang selama ini mereka nikmati bersama dengan Tuhan berakhir sudah. Pertengkaranpun tak dapat dihindarkan.

Jika kita mengalami kesulitan memperbaiki hubungan yang didasari perbedaan ini maka tetaplah berusaha menerapkan nilai-nilai perbedaan sesuai standard Firman Tuhan.

Semangaaat!!!

Read More...

Monday, July 28, 2008

The Time Is Now

Jika saat ini kita berada di Denpasar dan ingin jalan-jalan ke Surabaya, di dalam pikiran kita akan terbayang kota Surabaya sebagai tempat tujuan yang ingin kita kunjungi, kita akan berpikir jalan mana yang akan kita lewati agar kita bisa mencapai tujuan. Kita berangkat dari Denpasar menuju Surabaya dengan mengendarai mobil sendiri, dalam perjalanan kita membayangkan rute jalan yang akan kita lewati, dan sekali - kali membayangkan nikmatnya kalau sudah sampai di kota Surabaya, membayangkan hal - hal yang bisa kita lakukan kalau sudah sampai tujuan, dan tentunya kita akan mengendarai mobil dengan perasaan gembira, semakin kita bayangkan semakin kita merasakan, dan kita pun merasa menikmati perjalanan tersebut.



Namun tentunya kita tidak memfokuskan mata dan pikiran kita hanya pada tujuan tersebut seratus persen, kita hanya akan membayangkan sekali - kali, dan tetap memfokuskan diri pada apa yang ada di depan mobil kita, memperhatikan rambu - rambu lalulintas, mengendalikan stir, membelokkan mobil ke kanan atau ke kiri mengikuti jalan, mengerem dan kadang - kadang melihat kaca spion di atas kepala, dan tentunya memperhatikan apakah jalan yang dilewati sudah benar atau salah arah, pokoknya kita harus konsentrasi penuh pada jalan yang sedang kita lewati dan mengerjakan apa yang dapat dikerjakan saat itu, karena ini jauh lebih penting, kalau tidak tujuan itu tidak akan sampai, mungkin bisa jadi kita kesasar ke tempat lain.

Bila kita lebih banyak memfokuskan diri pada masa lampau atau masa depan, kita akan mengalami kecemasan. Dengan memikirkan masa lampau, kita akan terbelenggu dalam kepedihan, masa lampau biarlah berlalu dan lupakan saja. Sedangkan bila kita memfokuskan diri pada masa depan, kadang kadang kita juga akan merasa cemas, masa depan tidak dapat kita lihat dengan jelas apa yang akan terjadi nantinya. Kita tidak bisa meramalkan masa depan, masa depan kadang kadang tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Bagi kita yang percaya Tuhan sudah merancang masa depan kita gilang gemilang jadi tidak ada yang perlu dikawatirkan.

Satu-satunya cara meramalkan masa depan adalah dengan berjalan menuju masa depan itu sendiri. Gunakan kekuatan yang ada didalam diri kita yang berasal dari Tuhan untuk menciptakan kehidupan yang kita inginkan. Pikirkan dan bayangkan apa yang menjadi tujuan Tuhan dan bukan tujuan kita. Semakin sering kita membayangkan tujuan-tujuan, kita akan semakin bergairah dan berenergi dan suatu saat kita akan berani untuk melakukan sesuatu untuk merealisasikan tujuan-tujuan itu.Namun apa yang telah kita "ciptakan" bagi masa depan, tidak akan datang dengan sendirinya tanpa tindakan yang kita lakukan. Kita harus melakukan tindakan yang selaras dengan tujuan tersebut. "

Saat ini " adalah saat yang tepat bagi kita untuk bertindak. Fokuskan diri kita pada keadaan " saat ini ". Lakukan apa saja yang terbaik yang bisa kita lakukan saat ini. dan lakukan evaluasi apakah tindakan kita sudah searah dengan tujuan atau menyimpang ke tempat lain. Lakukan pekerjaan kita saat ini dengan baik dan sebisa mungkin, karena semua ini merupakan kekuatan. Tindakan kita setiap hari yang sukses, akan membawa kita pada kesuksesan yang lebih besar di masa yang akan datang. Janganlah kita hidup dalam ilusi masa lampau ataupun masa depan dengan hanya bermimpi, realisasikan mimpi kita lewat tindakan kita saat ini. Fokuskan pikiran dan tindakan kita pada " saat ini ", dan sekali-kali ingatlah tujuan anda. . Ada dua hal di dalam kehidupan kita: Yang pertama adalah TUJUAN dan yang kedua adalah PERJALANAN. Ketika kita sudah mengetahui tujuan kita kini saatnya kita berjalan dan melakukan, The Time Is Now, jangan tunda lakukan sekarang juga.
Do Your Best n' God will Do the Rest

Read More...

Friday, July 18, 2008

Kadang Hidup Memaksamu Menangis

Kadangkala hidup mengharuskan kamu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat hal-hal baik dan benar bahkan merasa telah malakukan yang sempurna, tetapi masih banyak kritikan yang ditujukan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata yang diperkiraanmu keliru.

Jangan putus asa !! Bangkitlah !! dan tetap semangaaaaaaat!!



Ini yang saya katakan: Matahari tanpa sinar tidak layak disebut sebagai matahari. demikian juga dirimu. kamu adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang lain untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?

Bukankah AKU udah menyediakan suksesmu sendiri?

Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan menjadi tanpa batas.

Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi taklukanlah keadaaan !!

Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!

Bapa yang selalu mengasihimu, ,

YESUS

Read More...

Sunday, July 13, 2008

Rick Warren Interview

Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan Rick Warren, penulis Purpose Driven Life (best seller) dan Gembala senior dari Gereja Saddleback di California .

Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan:
Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup? Dan jawab saya adalah: secara ringkas, hidup adalah persiapan untuk kekekalan. Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga. Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.



Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan (takterbatas) tahun dalam kekekalan. Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk hal yang sesungguhnya.

Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan. Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal.

Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.

Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu.

Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu suci daripada membuat hidupmu senang. Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu bukanlah tujuan dari hidup. Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus.

Setahun terakhir ini telah menjadi tahun yang paling hebat dalam hidup saya tapi juga tahun yang paling sulit, dengan istri saya, Kay, terkena kanker.

Dulu saya terbiasa berpikir bahwa hidup adalah bukit dan lembah suatu saat kamu melalui masa-masa gelap, kemudian kamu naik ke puncak, bolak-balik seperti itu. Saya tidak percaya itu lagi.

Hidup bukannya dalam bentuk bukit dan lembah, sekarang saya percaya bahwa hidup adalah seperti 2 rel di rel kereta api, dan pada setiap waktu kamu mengalami sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk dalam hidupmu.
Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan.

Dan tidak perduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.

Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu.

Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness) , masalahku, urusanku, sakitku.

Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama.

Kami dengan cepat menemukan bahwa walaupun didoakan oleh ratusan ribu orang, Tuhan tidak akan menyembuhkan Kay atau meringankan penderitaannya. Keadaan sangat sulit untuk dia, tapi Allah sudah memperkuat karakternya, memberinya pelayanan menolong orang lain, memberinya sebuah kesaksian, menarik dia lebih dekat lagi kepada Allah dan kepada sesama.

Engkau harus belajar untuk berhadapan dengan hal yang baik maupun yang buruk dalam hidup. Sebenarnya, terkadang berurusan dengan yang baik bisa lebih sulit.
Sebagai contoh, dalam setahun terakhir ini, secara begitu tiba-tiba, ketika sebuah buku terjual 15 juta buah, hal itu membuat saya langsung sangat kaya.

Itu juga membawa banyak kepopuleran yang belum pernah saya hadapi sebelumnya. Saya pikir Allah tidak memberimu uang ataupun kepopuleran untuk ego dirimu sendiri atau untuk engkau hidup enak-enakan.

Jadi saya mulai bertanya kepada Allah apa yang Ia inginkan untuk saya lakukan dengan uang, kepopuleran, dan pengaruh ini. Dia memberiku 2 pasal yang berbeda yang menolong saya menentukan apa yang harus dilakukan, 2 Korintus 9 dan Mazmur 72.

Pertama, meskipun ada begitu banyak uang yang kami terima, kami tidak akan mengubah gaya hidup kami sedikitpun. Kami tidak melakukan pembelian besar apapun.

Kedua, mulai sekitar tengah tahun lalu, saya berhenti mengambil gaji dari gereja.

Ketiga, kami mendirikan yayasan-yayasan untuk mendanai sebuah inisiatif yang kami sebut The Peace Plan: untuk mendirikan gereja, memperlengkapi pemimpin-pemimpin, menolong orang miskin, merawat yang sakit, dan mendidik generasi masa depan.

Keempat, saya menjumlahkan semua yang telah gereja bayarkan kepada saya selama 24 tahun sejak saya memulai gereja, dan saya mengembalikan semuanya.
Terasa sangat membebaskan untuk bisa melayani Allah secara cuma-cuma.

Kita harus bertanya pada diri kita: Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas?

Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?

Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya? Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi. Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan. Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan. Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings.

Dalam masa-masa yang menyenangkan, PUJI TUHAN.
Dalam masa-masa sulit, CARI TUHAN.
Dalam masa-masa tenang, SEMBAH TUHAN.
Dalam masa-masa yang menyakitkan, PERCAYAI TUHAN.
Setiap saat, BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN.

Read More...

Thursday, July 03, 2008

New Age Movement

Pernahkah kalian mendengar tentang gerakan jaman baru, atau lebih dikenal New Age Movement (NAM)? Ini adalah sebuah gerakan di bidang spiritual dan sosial yang saat ini sedang masuk dan mempengaruhi dunia. Bahakn dunia "barat" yang kental dengan kekristenan pun saat ini mulai pelan-pelan ditaklukkan oleh gerakan zaman baru ini. Dalam pengajarannya, new age berfokus pada banyak hal bahkan menguasai hampir seluruh aspek kehidupan, merangkul berbagai kepercayaan, dari agama-agama timur hingga dunia mistik barat dan dunia moderen. Terlebih lagi saat ini di Amerika, new age sudah banyak beradaptasi dan sangat dipengaruhi oleh kebudayaan materialistik yang ada sehingga sangat diterima di lingkungan sekuler maupun kultur kebebasan (liberty).

Jangan pernah salah dengan berpikir bahwa ke Kristenan dapat dengan mudah menghadapi dan membedakan pengajaran mereka. Sebagaimana new age movement menggunakan berbagai ajaran agama dan kepercayaan, mereka pun tidak segan-segan menggunakan kebenaran alkitab sebagai referensi pengajarannya.

Sungguh mengesankan bagaimana orang-orang tersedot dan dipengaruhi oleh pengajaran new age ini. Mereka hampir mempengaruhi semua area kehidupan - sosiologi, psychology, kedokteran, pemerintahan, ekologi, ilmu pengetahuan, seni, pendidikan, komunitas bisnis, media, entertaimen, olahraga, dan bahkan gereja. Mereka dengan kreatif bermutasi dalam berbagai bentuk, dalam dunia gereja mereka berwujud seperti Christian science, dan berbagai pengajaran tentang injil kemakmuran ataupun dalam bentuk pengajaran yang baru. Sedang di dunia sekuler mereka hadir dalam bungkusan berbagai seminar memaksimalkan potensi manusia, dan banyak lagi hal seperti pengobatan alternativ, dan kekuatan pikiran. Jika kita adalah yang orang jeli, bahkan Anda akan menemukan hal ini sudah masuk dalam berbagai kurikulum sekolah dan dunia pendidikan.

Ajaran yang menjadi patokan utama dan yang umumnya dibagikan oleh new age adalah kombinasi dari pengajaran gnostik dan okultisme. Gnostik adalah ajaran kuno yang mengajarkan bahwa bahwa pada kenyataannya manusia adalah tuhan bagi dirinya sendiri. Dalam diri manusia ada kekuatan yang tidak terbatas, dan hal itu bisa dialami oleh seseorang melalui suatu proses tertentu. Ajaran mereka lebih sering disebut sebagai "kebenaran universal".

Lalu hal apa yang bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan? Mari kita lihat:

1. New Age mengajarkan Tuhan bukanlah sebuah pribadi, tetapi hanyalah kekuatan tak terbatas yang ada disekitar kita.
2. Tuhan ada dalam semua hal dan semua hal adalah Tuhan. Tuhan bukanlah sumber dan pencipta segala sesuatu tetapi hanyalah bagian dari segala sesuatu itu.
3. Tidak ada sesuatu yang bukan Tuhan (Pantheism).
4. Tidak ada dosa, tetapi hanya sebuah pengertian yang salah tentang kebenaran. Pengetahuanlah yang menyelamatkan, bukan Yesus.
5. Neraka itu tidak ada, neraka hanya sebuah pengalaman di bumi ini, dan itu adanya hanya di pikiran.
6. Yesus hanyalah satu dari banyak jalan yang menunjukkan kebenaran di bumi ini.

Jadi melalui hal ini dapat disimpulkan bahwa New Age tidak mengakui manusia adalah orang berdosa, sedangkan alkitab berkata, bahwa semua orang telah berbuat dosa (Roma 5:12). Dengan menganggap bahwa manusia adalah tuhan atas dirinya sendiri maka New Age mengajarkan untuk tidak bergantung pada Tuhan dalam segala sesuatu. Firman Tuhan berkata, "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari Tuhan." (Yeremia 17:7).

Jika ada dari kita yang gemar dengan buku-buku kesuksesan, dan seminar-seminar yang saat ini sangat ramai didatangi, pastikan Anda melakukan filter dan mengetahui dengan benar atas pengajaran yang dibagikan. Menurut saya ini tergantung dari diri kita masing-masing bagaimana kita menyingkapinya. Jika tidak, dengan tanpa sadar nilai-nilai kehidupan kita akan mulai berubah, dan tidak selaras dengan firman Tuhan.
Intinya hanya satu bahwa segala yang kita terima haruslah sesuai dengan firman Tuhan.

Read More...

Thursday, June 19, 2008

Perfeksionis dan Gambar Diri

Kamu orang yang perfeksionis? Kamu tahu enggak, kadang-kadang sifat seperti itu muncul karena keinginan orang lain, lho! Tanpa kita sadari...

Semua orang pasti selalu ingin berhasil di dalam hidup. Bahkan sebagian dari kita menjadikan keberhasilan adalah sebuah kebutuhan bahkan keharusan sehingga kita akan terikat dengan sebuah usaha terus-menerus untuk memperoleh hasil yang sempurna. Termasuk untuk hal-hal yang kecil sekalipun.

Sifat seperti inilah yang disebut sebagai perfeksionis. Sepintas orang perfeksionis terkesan sempurna. Namun, sifat ini ternyata juga bisa timbul untuk menghindari perasaan enggak enak, yang sebabnya bisa bermacam-macam. Makanya sifat perfeksionisme itu terbagi menjadi dua. Pertama, perfeksionisme yang positif, artinya mereka yang enggak puas kalau cita-cita mereka belum tercapai. Kedua, perfeksionisme yang negatif, yang suka mengkritik diri sendiri atau merasa kurang sempurna terus.

Naluri seorang perfeksionis biasanya selalu tertuju pada ketakutan akan kegagalan. Akibat ketakutannya itu, seorang perfeksionis akan berusaha menetapkan suatu standar atau pedoman tertentu yang harus bisa dicapai. Ia mengira perincian rencana yang begitu detail dan rapi akan membuat hidupnya menjadi lebih teratur dan kemungkinan untuk gagal enggak ada sama sekali.

Kenyataannya, standar tersebut kerap kali malah membuat seorang perfeksionis hidup dalam batasan peraturan-peraturan yang diciptakannya sendiri. Ia akan sering mengalami kekecewaan karena enggak mampu melakukan segala sesuatu sesempurna yang diinginkannya. Ia juga akan sangat kesal pada dirinya sendiri, bahkan terkadang mengambinghitamkan orang lain sebagai akibat kegagalannya. Selanjutnya, pengalaman akan takut gagal tadi bisa mengarah pada depresi yang mendalam dan menyalahkna diri sendiri.

Nah, orang yang belum memiliki konsep diri yang memadai, ditambah dengan dengan sifat perfeksionis tadi, biasanya akan mencari pelarian dengan nge-drugs atau mengonsumsi alkohol atau suka mengatur orang lain. Awalnya sih hanya sebagai pelarian untuk menghilangkan tekanan akibat kekecewaan atau kegagalan masa lalu. Namun, akhirnya ia baru menyadari bahwa dirinya enggak mampu bertahan tanpa zat-zat "adiktif" tadi.

Gambar diri

Supaya enggak mengalami kekecewaan berlarut-larut seperti di atas, sebelumnya kita harus meyakinkan diri bahwa kita selalu terbuka untuk menerima kebenaran tentang ”gambar diri” atau keadaan diri kita yang sesungguhnya.

Kita diciptakan Tuhan sebagai individu yang terbaik, istimewa, bahkan unik dan kreatif. Namun, kadang-kadang kita enggak sadar akan nilai diri kita. Sering kali kita salah berpikir seperti, ”Saya adalah seperti yang orang lain katakan tentang saya”, atau, ”Saya akan menemukan nilai diri saya sesuai pendapat mereka tentang saya”. Citra diri atau gambar diri yang enggak benar ini akan membuat kita enggak menjadi manusia yang utuh dan menghambat hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita.

Gambar diri itu sebenarnya penjelasan akan keadaan diri sendiri maupun pikiran kita tentang pandangan orang lain terhadap diri kita. Gambaran ini terbentuk selama bertahun-tahun selama kita berinteraksi dengan lingkungan kita. Meskipun begitu, citra diri dapat diubah sesuai yang kita inginkan.

Nilai diri kita pun berkaitan erat dengan cara bagaimana kita memandang diri sendiri dan bagaimana kita berpikir tentang penilaian orang lain tentang kita. Misalnya, ada pendapat bahwa orang akan menghargai kita kalau kita keren, pintar, kaya, atau jago basket. Jadi kalau ada orang yang badannya rada gembul atau gaya dandannya pas-pasan enggak perlu dihargai.

Ini artinya kita jadi terpaku pada pendapat orang lain atau kita malah terlalu mempertahankan ego kita yang tidak kreatif. Padahal penilaian seperti itu malah akan membuat kita menjadi pribadi yang takut gagal, takut tertolak, takut dihukum, bahkan bisa mengasingkan diri dan menjadikan diri kita patern bagi orang lain. Kita jadi takut untuk mencoba sesuatu yang baru sehingga ide dan kreativitas kita enggak berkembang.

Kalau hal ini terjadi terus-menerus, kita bisa jadi menjadi orang yang paling enggak bahagia. Habis, kita enggak punya harapan, enggak punya tujuan, dan merasa hidup ini sia-sia saja karena enggak memberikan hasil apa pun.

Mengatasi citra diri yang buruk

Pencitraan diri berkaitan erat dengan kepercayaan diri (self esteem), yaitu seberapa jauh kita mampu menghargai, menilai, dan menghormati diri kita sendiri. Untuk mengatasi citra diri yang buruk tadi, kita harus mau berubah, sabar, dan terbuka atas dukungan orang lain karena enggak semuanya bisa kita kerjakan sendiri dengan mengharapkan hasil yang sempurna.

Selain itu, kita juga harus mau bangga akan keunikan yang kita miliki. Kita juga harus percaya bahwa kita mampu melakukan apa yang kita inginkan. Untuk bisa tampil sebagai pribadi yang andal dan memiliki kreativitas yang beragam, kita harus berani mencoba hal-hal baru, mau keluar dari rutinitas, dan enggak takut gagal. Karena kalau kita mau mengembangkan kreativitas, hidup kita jadi lebih menyenangkan.

Namun, ini enggak bakal terjadi kalau kita enggak punya rasa percaya diri. Untuk memperoleh kepercayaan diri tersebut, ada beberapa langkah yang bisa kita terapkan. Pertama, catat apa saja kemampuan istimewa yang kita miliki. Kedua, tekankan sikap optimistis bahwa kita mampu mencapai sebuah kesuksesan. Namun, ingat, jika kita berhasil mencapai kesuksesan, jangan terlalu berlebihan. Begitu juga jika ternyata kita gagal. Enggak berarti seluruh pengharapan kita telah mati. Ketiga, kita harus mau dan mampu mengubah sikap secara keseluruhan. Kegagalan enggak perlu dipermasalahkan, melainkan dipelajari agar kita semakin hari menjadi semakin baik. Maka yang terjadi adalah pendewasaan dan pembelajaran diri kita.

Intinya, kita harus mengubah pandangan terhadap diri sendiri. Kalau enggak, orang lain juga enggak akan mau dong menghargai diri kita. Percayalah dengan kemampuan yang kita miliki, jangan cuma terpaku dengan pendapat orang lain untuk menilai siapa sih diri kita ini? Dengan mempunyai gambar diri yang baik, itu berarti kita juga memberi nilai yang tinggi kepada diri kita sendiri. ”You can if you think you can.”

Read More...

Wednesday, June 18, 2008

Waktu

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.
Semua uang itu dapat anda gunakan (tidak lebih).
Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari.
Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.

Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.
Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik.
Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik.
Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda.
Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.
Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda.
Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.
Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda.
Anda tidak bisa menariknya kembali.
Juga, anda tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari.
Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini.
Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.
Jam terus berdetak.
Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.


“Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa”

Read More...

Thursday, May 08, 2008

Inikah Yang Dinamakan Cinta?


Hi guys,
Berapa banyak dari kita yang pernah mengalami hal seperti ini:
Ada co/ce baru di kelas saya! wah seneng banget!, dapet tambahan 1 co/ce pasti seneng. Hehehe. pas saya liat anak baru ini, waahhh … ini orang kok type gue banget yah! Persis banget sama type-type co/ce yang saya suka. Cakep, pinter, rapi, rajin, berwibawa, ampe gaya rambut ama gaya pakaiannya tuh type gue banget!! en gayanya itu loh … ngga kuku! Sampe-sampe saya udeh ngiler duluan …
Yang jelas saya jadi agak semangat masuk kelas. Trus yah biasalah, kalau di kelas tuh suka nyuri-nyuri pandang, suka belaga bego tanya-tanya pelajaran. En jadi ngga suka lagi ama hobi (bolos)! So, yang biasanya saya suka ketiduran dikelas huh, wah udeh deh godaan untuk bolos (baca: hobi) tuh gede banget! Tapi yah berhubung kalau bolos ngga bisa ketemu … yah saya masuk deh. Kadang kalau di kantin, sekalipun ada orang buanyak, tapi entah gimana saya selalu bisa nemuin dia duduk di mana! Hehehe. en kalau sekali ketemu di kantin, trus dia senyum sama saya … wah itu udeh cukup bikin saya senyam-senyum sepanjang hari!! Diam-diam kamu mulai menjadi pengagum rahasia.

Malah bahkan kita sampai sempet doa, Tuhan kalau boleh ntar dapet yang model begitu donk! Yah tampang2nya ama pinternya mirip-mirip gitu dah! Eh tapi ngga ding, gak nolak loh Tuhan …hahaha.

Kalau diliat dari cerita saya di atas, pasti ada yang mikir kita ‘fall in love’ ama itu co/ce. benernya cobadeh pikir sekali lagi apa kita beneran fall in love? Masak sih?!?! masak sih saya bisa fall in love ama dia? Lah belon ada 1 bulan kenal sama dia. Kita bahkan ngga tau apa-apa tentang dia! En mungkin ngga sih kita ‘cinta’ sama orang yang kita ngga kenal?

Menurut saya kagak mungkin. So saya rasa, saya cuman sekedar suka sama dia. Tepatnya suka liat tampangnya … suka dengerin suaranya … suka liatin gayanya. Ntar kalau udeh bener-bener kenal, belon tentu saya masih suka sama dia! Betul gak?

Inikah yang namanya cinta? Saya rasa BUKAN. Akhir-akhir ini saya sering mikir sih. Apa sih yang mananya cinta itu? kadang saya mikir, teman saya itu segudang, tapi apa ada yang bener-bener saya cintai? Kayaknya sih ngga ada deh. tepatnya belon ada.
En itu jadi bawa saya mikir lebih dalam lagi …

Apa saya bener-bener cinta sama Tuhan or saya cuman suka sama Tuhan?

Dulu sih saya mikir, wah saya ini cinta Tuhan … tapi apa iya? Atau jangan-jangan selama ini saya cuman naksir ama Tuhan … kagum sama Tuhan … suka ama Tuhan. APA SAYA BENER-BENER CINTA SAMA TUHAN?

Banyak hal yang menggambarkan tentang cinta tapi 1 yang saya tau, cinta itu pasti bicara soal pengorbanan. Kita ngga mungkin cinta sama orang tapi kita ngga mau ngerti dia, kita ngga mau nyenengin dia, kita ngga mau berusaha mengenal dia. Ngga mungkin banget.

Saya cinta sama Tuhan, karena Tuhan baik. Tuhan cukupin semua kebutuhan saya. Tuhan beri semua hal-hal yang baik dalam idup saya. Tuhan jagai saya. Tuhan lakukan banyak hal yang terbaik untuk saya … saya cinta ama Tuhan. apa bener?

Ketika Tuhan mulai bicara, Aku ngga suka kamu lakukan itu … Aku Allah yang cemburu. Aku ngga suka orang yang sombong, Kalau kamu ngga bayar perpuluhan kamu menipu Aku. Dan Aku ngga suka itu. kalau kamu sembarangan bersumpah, kamu berdosa terhadap Aku. Kamu membuat Aku sedih kalau kamu lakukan itu. Kalau kamu tidak percaya pada-Ku, kau melukai Aku … apa tanggapan kita? Apa tanggapan saya?

Ah Tuhan, boong2 dikit kan gak pa pa … Cincai lah …

Tuhan, pengeluaran bulan ini mempet loh. Masak tetep harus kasih perpuluhan. Sekali-kali ngga mgembaliin ngga apa-apa dah.

Kita sering banget memilah-milah firman Tuhan. kalau yang baik, kita bilang AMEN. Tapi kalau bagian itu bicara tentang bagian yang susah kita lakukan, kita ngga suka. ah Tuhan, jangan kejam-kejam donks!! Guys, ketika Tuhan berfirman, dan kita tidak mendengar, kita ngga anggep itu penting … apa itu namanya cinta?

Banyak orang dulunya (termasuk saya), cuman mau dekat sama Tuhan. tapi ngga mau buat komitmen sama Tuhan!! Cuman mau seneng-seneng, cuman mau dapet berkat, tapi NGGA MAU BAYAR HARGA. NGGA MAU TERIKAT KOMITMEN!! Kita cuman bisa bilang, “saya calon mempelai Kristus!” padahal sebenernya kita cuman mau pacaran sama Tuhan. kalau pacaran kan cuman seminggu sekali yaa … pas hari Sabtu Minggu aje pacaran ama Tuhan. hari laen mah saya jomblo!! So suka-suka saya!


Saya rasa kalau one day saya memutuskan untuk menikah (setelah dapet ph tentunya! Hehehe), itu pasti keputusan yang berat buat saya. en saya pasti pikir 1.000.000 kali sebelon mau bilang Yes, I do. kalau selama single, kita selalu berkata ‘saya saya saya dan saya’, suatu hari nanti kata itu harus diganti. Kita dan bukan saya.
Guys, itu juga yang Tuhan minta dari kita.

Tapi apa kamu mau … apa kamu rela … apa kamu sungguh-sungguh menjadikan idupmu seleras dengan idup-Ku? Apa kamu rela menganggap kepentingan-Ku lebih penting dari kepentinganmu? Kesenangan-Ku lebih penting … Apa kamu rela mengorbankan impian-impianmu demi Aku?! Apa kamu rela mengganti kata AKU dengan kata KITA? Apa kamu mau meminta pertimbangan-Ku sebelon kamu memutuskan segala sesuatu? Apa kamu mau mengerti Aku? Apa kamu mau … Aku sudah berikan semua dan yang terbaik untuk kamu, sekarang apakah kamu mau memberi yang terbaik juga untuk-Ku?

Guys, apakah selama ini kita ‘cinta’ sama Tuhan .. atau kita cuman naksir? Apa selama ini kita mau berkomitmen sama Tuhan atau kita cuman mau main-main sama DIA?
Tuhan sudah memberikan segalanya buat kita, apa yang sudah kita buat untuk Tuhan? Stop thinking about you! Just say, Lord, yes I do!

Read More...

Thursday, January 03, 2008

The New Beginning

Halo teman selamat tahun baru buat kita semua, tanpa terasa satu tahun sudah kita lewati, apa yang kita sudah lakukan di tahun yang lalu? Apakah kehidupan kita masih tetap biasa-biasa saja, atau banyak hal yang kita lakukan sudah menjadi dampak bagi orang lain, menunjukan identitas kita sebagai warga kerajaan atau hanya rakyat biasa, sudahkah kita mengambil jalan yang benar atau bahkan tersesat?

Ngomong tersesat bukanlah masalah kehilangan tujuan kemana kita akan pergi tapi masalah ketidaktahuan sedang berada di mana kita sekarang dan pada masa apa kita berada sekarang.

Gaya kehidupan kita saat ini sedang menghadapi tantangan dan kehilangan pengaruh yang sangat serius di tengah-tengah dunia yang sedang berubah dengan cepat ini, perubahan demi perubahan terjadi dalam hitungan detik dan bukan lagi permenit atau bahkan hitungan hari, menghadapi hal ini banyak orang yang menjadi ketakutan dan bahkan kematian rohani. Sebenarnya ketakutan itu tidak begitu berarti kalau saja kita mengerti dengan pergerakan dan era, zaman dimana kita berada sekarang. Tuhan sedang membawa kita keluar dari pola pikir keagamaan dan masuk dalam pola pikir kerajaan, kerajaan yang takan pernah tergoncangkan.

Tanpa terasa kehidupan kita telah menjadi seperti hal yang mematikan sehingga kehidupan Kristus tidak lagi nampak dan tertutup oleh pola dunia yang semakin tidak menentu ini. Ragam upaya yang sudah kadaluarsa semakin membuat kita melupakan dan bahkan kehilangan pengaruh yang sesungguhnya sebagai sebagai umat kerajaan menjadi garam dan terang bagi dunia. Era keagamaan sudah berakhir dan saatnya memasuki era kerajaan dan hanya satu Raja yang memerintah…

Untuk mengetahui isi hati seseorang kita perlu mendengarkan berita yang mereka sampaikan. Dengan pemahaman yang sama kita pun dapat mengetahui isi hati Raja.

Marilah kita melihat ke dalam diri kita masing-masing untuk dengan jujur menanyakan apakah memang berita tentang Raja kita sudah benar benar kita mengerti sehingga hatiNya benar-benar menjadi hati kita?

Mari terlibat aktif untuk masuk dalam pergerakan akhir jaman dan berdoa bersama dengan doa seperti yang Yesus ajarkan: DATANGLAH KERAJAANMU JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SORGA.

The New Beginning has come This is the time for the Kingdom!

Read More...

Wednesday, July 12, 2006

DIA TETAP ALLAH


Sunday, 18 June 2006 Jim (Ayah Becki, pelayan Tuhan ): Ketika mereka membawa putri saya, Becki, ke unit gawat darurat di rumah sakit, saya tahu bahwa mereka akan segera keluar bersamanya. Lagipula, bukankah jemaat gereja kami sedang mendukung kami dalam doa? Meskipun Allah belum menyembuhkan kanker pada kakinya, namun bukankah Dia seringkali bekerja pada saat- saat terakhir? Tidakkah akan menjadi kesaksian yang indah bila Dr. Kline keluar dan mengatakan pada Sally, saya dan saudara-saudara perempuan Becki, serta begitu banyak sahabat di sekeliling kami, bahwa tumor itu tiba-tiba lenyap?Beberapa jam kemudian, Dr. Kline keluar dari ruang operasi namun tidak dengan berita seperti yang saya harapkan. Sebaliknya ia mengatakan bahwa mereka harus mengamputasi kaki Becki. Bagian tubuhnya yang lain belum terserang sel-sel kanker, karena itu nyawanya masih tertolong. Namun, ia harus kehilangan kakinya! Ia tidak akan berlari-lari lagi. Apa pendapat dari jemaat yang saya layani tentang kuasa doa bila hal ini terjadi pada kami? Mengapa Allah mengecewakan kami? Ya, Tuhan, usianya saja baru 16 tahun!

Saya berpaling pada Sally dan berkata, "Kita harus kuat sekarang. Kita harus melalui saat-saat sulit ini dengan kekuatan kita sendiri. Jelas sudah, Allah tidak mau menolong kita."

Sally (Istri & Ibu Becki): Saya terkejut mendengar ucapan Jim.

Allah memang tidak menjawab doa kami seperti yang kami harapkan, tetapi saya tahu Dia akan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang setia. Becki akan segera sembuh dan karena ia masih memiliki pandangan yang positif terhadap hidup ini, saya tahu bahwa semangatnya tidak ikut teramputasi.

Becki (Anak, 16 tahun): Saya juga berharap Allah akan memberikan mukjizatNya untuk saya. Namun jika tidak, saya tahu Dia akan menguatkan saya. Allah berjanji akan memberikan segala sesuatu yang saya butuhkan. Jika saya membutuhkan dua kaki. Dia tidak akan mengambil satu kaki saya. Saya tidak mau dikasihani meski saya tahu bahwa saya harus berjuang melalui proses penyembuhan dan membiasakan diri dengan kaki palsu saya.

Jim: Tatkala bergumul melawan keragu-raguan dalam diri saya, beberapa sahabat baik bersedia mendengarkan luapan perasaan saya.

Saya bertanya kepada mereka, "Apakah Allah terlalu sibuk menjawab doa orang lain yang sedang mencari tempat parkir sehingga Dia tidak punya waktu untuk menyembuhkan kaki Becki? Bagaimana mungkin saya dapat kembali berdiri di hadapan jemaat dan mengajar bahwa Alkitab adalah kebenaran?" Saat ini saya sadar bahwa saya hanya memiliki satu pilihan. Maukah saya membiarkan Dia menunjukkan kedaulatan Nya sebagai Allah? Pada akhirnya saya menyadari bahwa yang menakutkan adalah bila saya menjauh dari Nya.

Pada minggu-minggu selanjutnya setelah operasi Becki, saya mengakui bahwa berdoa bukan berarti memilih dan mengambil sendiri berkat yang saya inginkan. Sebaliknya, doa adalah perjanjian saya dengan Allah, suatu pengakuan akan keberadaanNya dan bahwa saya mengizinkan rencanaNya terjadi dalam hidup saya, apapun itu. Dia ingin agar saya memberi Nya kesempatan untuk menjadi Allah, dan mengatakan kepadaNya bahwa saya siap bertumbuh secara rohani lewat berbagai penderitaan dan masalah. Keraguan saya pun sirna. Akhirnya saya dapat berkata,"Baiklah, Allah, saya memang tidak mampu memahami hal ini, tetapi saya percaya bahwa Engkau akan memelihara kami semua. Saya akan memberiMu kesempatan untuk menyatakan kedaulatanMu sebagai Allah."

Sally : Saya lega Jim mampu mengatasi kepedihan hatinya. Yang lebih mengembirakan lagi adalah respon Becki dalam menghadapi keadaannya.

Suatu hari ia bermain roller skate lagi. Karena ia bermain berpasangan, ia tidak perlu menggunakan tongkat penyangga. Ketika musik berakhir, ia mengakhirinya dengan melakukan putaran hanya dengan satu kaki.

Seorang anak lelaki kecil yang baru pertama kali melihatnya berteriak,"Oh, kamu kehilangan satu kaki?"

Dengan keterkejutan yang dibuat-buat Becki menjawab, "Benarkah? Ya, ampun. Saya selalu menghilangkan banyak barang. Ibu saya akan membunuh saya kalau ia tahu bahwa saya menghilangkannya. Maukah kamu membantu mencarikan kaki saya?"

Anak itu dengan sungguh-sungguh mulai mencari kaki Becki yang disangkanya benar-benar hilang. Akhirnya, Becki menunjukkan tongkat penyangganya dan menjelaskan tentang kakinya.

Saya sangat sedih dengan keadaan Becki. Saya sedih melihat penderitaannya setelah operasi dan bagaimana ia berusaha menyesuaikan diri untuk hidup dengan satu kaki. Tetapi selera humornya membuat saya semakin percaya atas kedaulatan Allah dalam peristiwa ini.

Becki: Allah telah memakai kehilangan ini agar saya memiliki hati yang penuh belas kasihan kepada orang-orang yang dalam penderitaan.

Saya belajar tentang terapi pemulihan, sehingga saya dapat melayani banyak orang cacat lainnya. Disamping itu, Dia juga memakai saya dalam hal-hal yang tak pernah saya duga sebelumnya. Beberapa tahun setelah operasi itu, seseorang berkata kepada saya, "Sikap Anda yang tidak malu dengan keadaan tubuh Anda membantu saya untuk dapat menerima diri sendiri. Saya terlalu keras kepala dan malu dengan bentuk kaki saya. Namun sewaktu saya melihat Anda pergi dengan mengenakan celana pendek atau baju renang, tanpa malu menunjukkan kaki anda yang buntung, saya menjadi sadar betapa konyolnya saya karena malu dengan ketidaksempurnaan tubuh saya. Sejak itu, saya dapat menerima banyak hal pada diri saya dan menyadari bahwa ketidaksempurnaan merupakan bagian keunikan saya."

Kini, beberapa tahun kemudian, saya menikah dengan seorang pendeta, Craig Sanders, dan kami dikaruniai tiga putri yang aktif. Sebagai istri pendeta, saya banyak menghibur orang lain dan mengembangkan komisi wanita. Saya berjalan-jalan santai dengan menggunakan tongkat penyangga sebanyak tiga atau empat kali seminggu, bersepeda, bermain ski, dan mengelola bisnis kursi rotan di rumah. Allah sangat baik kepada saya dan saya bersyukur atas perbuatan tanganNya bagi hidup saya.

Read More...

Thursday, June 29, 2006

The Gospel Defines Christianity

Theology contains man’s ideas about God. It is born on a natural, human level. Religion is man’s expression to God, based on his theology. Religion is also born on a natural, human level. There are so many theologies and religions today they are hard to count.

The GOSPEL is far different from either theology or religion. It is a revelation from God (1) about HIM, and (2) about US. It tells us all God has done for us, in the finished work of the cross — and then it tells us who we are in him, because of what he’s done. Nothing else offers what the gospel does: God coming to us with his revelation.

GOD COMING TO MAN WITH HIS PLAN

It is comforting to realize that the mind of man could never have invented the gospel. Only God’s mind can ‘invent’ it. The gospel is often even difficult for us to understand, let alone us being able to conjure it up. Thus, the gospel is totally removed from every other theology and religion.

Romans 1:16-17 says the gospel is a REVELATION of our righteousness — of who we are in Christ. Hebrews 4:2 says we must believe this revelation or it does not ‘profit us.’ Paul says the same thing in Galatians 5:2 when he says, “Christ shall profit you nothing.”

Since the cross, God’s only language is THE GOSPEL. If we try to communicate with him in other ways, he does not understand. Everything is now founded on Christ’s finished work: “It is finished” (John 19:30). To try to relate to God outside of Christ’s finished work is not living in spiritual reality, but in religious fantasy. This is what our practical Christianity newsletter is all about: GOSPEL SNAPSHOTS. It stands on the Rock of the finished work of our Lord Jesus Christ.

TWO OTHER NON-GOSPEL THEOLOGIES

There are two non-gospel theologies running wild in Christian churches. They both sound so good that many cleave to them rather than the gospel of the finished work of Christ: (1) The Religion of ’Do-Do,’ and (2) The Religion of ‘The Future.’

FIRST, RELIGIOUS ’DO-DO’ is preached from most pulpits. The gospel is ‘the religion of done’ — “It is finished.” But this religion is all about performance, living by principles, and codes of behavior. Of course, these change from church to church. It puts US in the spotlight, rather than GOD. This preaching says, ‘It’s all about you,’ while the gospel says, ‘It’s all about God.’ This preaching says we should, ‘Try to be like God.’ It’s the same temptation Satan hit Eve with in the Garden.

It’s born from eating from The Tree of the Knowledge of Good and Evil — the tree God said NOT to eat from. This man-made theology substitutes ‘good’ for ‘God.’ It sounds good, but it blinds us to gospel of the FINISHED work of the cross (II Cor 4:4).

SECOND, THE RELIGION OF ‘THE FUTURE’ is a forecast of things that will happen in the future. As I said in the last article, it’s all about ‘Christ coming,’ when Paul said what is important is ‘Christ crucified’ (I Cor 2:2). This man-made theology is like a preview to a movie: ‘Coming Attractions.’ It says, “Stay tuned, folks! Jesus really hasn’t finished things like he said he did!” (sic)

It’s all about what Jesus WILL do when he returns — while the gospel says those things have already been DONE. It sounds good, but it blinds us to the gospel of the FINISHED work of the cross.

THE GOSPEL is what defines Christianity, and makes it totally unique to all other religions in the world. If you take the gospel out of Christianity, you no longer have Christianity. You only have a religion like every other religions. Sadly, this is what many preachers do when they preach these two non-gospel theologies. Paul says that NO other doctrine should be preached other than the gospel (I Tim 1:3).

Read More...

Why Read The Bible?

How easy is it for you to let dust collect on your Bible?

There was a time when I was first searching out the truth about Jesus Christ that I was embarrassed to let friends see the bible I had purchased sitting in my living room.

Then there was a season during which I was so proud to have my study bible laying open with a bookmark, highlighter and note paper nearby.

Then my bible started to just feel like an extension of my own body... always there, always ready.

Then the bible collection began... I wanted different versions, different purposes, different looks and different styles. A bible for my bedroom, a bible for the car and a bible just in case someone needs one.

And sadly... there has been a season in my life where my bible collected dust. How can that be?

Why read the Bible?

A. It shows you the right path.
B. It alerts you when you are getting off the right path.
C. It teaches you how to get back on the right path.
D. It empowers you to stay on the right path.

Isn't that what life is all about? Finding and staying on the right path? And isn't life always trying to get us off of the right path? The Bible is our Path Guide. We dare not let it collect dust - or worse yet, be left behind completely.

Joel Osteen and his father before him begin every service at Lakewood Church by leading the entire congregation in a simple prayer of confession and it starts like this:

"This is my Bible:
I am what it says I am;
I have what it says I have;
I can do what it says I can do."

When you open your Bible to spend some quiet time with your God - Do you believe that you are what the Bible says you are? Do you believe that you have what it says you have? Do you really believe that you can do what it says you can do?

How will you approach your Bible today?

Read More...

Wednesday, June 28, 2006

Bersepeda Bersama YESUS

Pada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat, seorang hakim yang memecat atas segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukan ke surga atau dicampakan kedalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenalnya. Ketika aku bertemu Yesus, padadanganku berubah. Hidupku menjadi begaiakn sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang , membantu aku mengayuh pedal sepeda.

Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama. Tetapi saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yuang terjal dangan kecapatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bias menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! Terkadang rasanya seperti sesuatu yang ‘gila’, tetapi Ia berkata, “Ayo, kayuh terus pedalnya!”

Aku takut, kawatir dan bertanya, “Aku mau dibawa kwmana?” Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, “Aku takut!” Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tangnku.

Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan … orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekali aku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan … perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kamipun kembali mengayuh sepeda kami.

Kemudian Yesus berkata, “Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya, juka tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita. “Maka, akupum melakukannya. Aku membagi-nagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai sesuai kebetuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu hal yang membahagiakan.

Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadanya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan, tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan.

Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh … menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersam Sahabatku aygn setia: Yesus Kristus.

Dan ketika aku tidak tahu lagi apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata … “Mengayuhlah terus, Aku brsamamu”.

www.cerita-kristen.com

Read More...